ANALISIS PENGARUH KELEMBABAN LINGKUNGAN TERHADAP PERFORMA PENDINGIN ALAMI BERBAHAN DASAR TANAH LIAT
USLUDIN GHONI, Dr. Eng.M. Kholid Ridwan,S.T., M.Sc.
2014 | Skripsi | FISIKA TEKNIKPenelitian pendingin alami ini didasari oleh pertama, kebutuhan akan kualitas makanan yang segar dan berkulitas. Saat ini kualitas makanan semakin buruk. Sayur-sayuran dan buah-buahan sangat mudah busuk. Hal ini disebabkan pola tanam non-organik yang saat ini banyak dikembangkan di masyarakat yang mana mengakibatkan kondisi tanah semakin rusak. Alasan kedua adalah kebutuhan konservasi energi yang harus dimaksimalkan. Dari hasil survei porsi penggunaan listrik bangunan komersial dan pemerintahan, sekitar 50% daya yang digunakan hanya untuk kebutuhan pendingin (kulkas dan AC). Maka penelitian pendingin alami ini diharapkan bisa menjadi solusi dari dua permasalahan tersebut. Dalam penelitian tugas akhir ini dilakukan eksperimen pembuatan sekaligus analisis performa sebuah protipe pendingin alami. Pendingin alami ini berbentuk boks dengan dua bagian utama, bagian luar dari tanah liat dan bagian dalam dari plat alumunium. Cara kerja pendingin ini dengan memanfaatkan proses pendinginan evaporatif. Dalam penelitian pendingin alami ini akan dilakukan analisis pengaruh kelembaban lingkungan terhadap performa pendingin alami dilihat dari 3 aspek yaitu 1) besarnya penurunan suhu, 2) laju penurunan suhu dan 3) hasil uji penyimpanan makanan. Hasil olah data menunjukkan bahwa perbedaan kelembaban lingkungan berpengaruh terhadap besarnya penurunan suhu. Pada kelembaban relatif (RH= 70-76 %) penurunan suhu pada titik maksimal (∆$ = 3 o C) sedangkan saat kelembaban relatif (RH > 85 %) penurunan suhu berada pada angkaminimal (∆$ = 0-1 o C ). Secara fungsional pendingin alami ini dapat mengawetkan sayur dan buah-buahan lebih lama 3-5 hari dari sayur dan buah-buahan yang hanya disimpan diluar pada suhu kamar.
This research is based on the need of fresh and high quality food. Nowadays food quality is getting worse. Vegetables and fruits get rotten easily. This is because non organic farming method implemented by the people which resulted in deteriorating soil conditions. The second reason is that the energy conservation needs to be maximized. Survey found that approximately 50% of electricity consumption in commercial and government building is used for cooling (refrigeration and air conditioning). Therefore this research which is about natural cooling expected to be the solution of these problems. In this research manufacturing experiments and performance analysis of prototype of natural cooling device are conducted simultaneously. The device has the shape similar to a box and consists of two main parts. The outer part is made of clay and the inner part is made of aluminium. This device works utilizing evaporative cooling process. In this study, analysis of the effect of relative humidity of surrounding environment to the performance of natural cooling viewed from three aspects, i.e. the magnitude of temperature decrease, the rate of temperature decrease and food storage test results. Result shows that difference in relative humidity of the surrounding environment affects the magnitude of temperature decrease.At RH = 70-76 %, magnitude of temperature decrease is at maximum point (∆T = 3°C) while at RH > 85 %, magnitude of temperature decrease is at minimum point (∆T = 0-1°C). Functionally, this natural cooling device can preserve vegetables and fruits 3-5 days longer than those which just stored at room temperature.
Kata Kunci : Penelitian pendingin alami ini didasari oleh pertama, kebutuhan akan kualitas makanan yang segar dan berkulitas. Saat ini kualitas makanan semakin buruk. Sayur-sayuran dan buah-buahan sangat mudah busuk. Hal ini disebabkan pola tanam non