PELABUHAN DESTINASI KAPAL PESIAR LEPAS PANTAI DI TAMAN NASIONAL WAKATOBI DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR ATMOSFER Landasan Konseptual Perencanaan dan Perancangan
REZA ARLIANDA, Prof.Ir. Bakti Setiawan, MA., Ph.D
2014 | Skripsi | ARSITEKTURDengan kekayaan alam dan kekayaan budaya yang dimiliki oleh Indonesia, negara ini memiliki banyak sekali potensi besar yang mampu menarik minat wisatawan manca negara untuk ke Indonesia. Dengan letak geografis yang ideal, negara tropis di persimpangan benua dan samudra adalah segitiga terumbu karang dunia yang memiliki kekayaan laut terbanyak di Dunia.Negara dengan letak geografis yang sama seperti negara-negara di kepulauan karibian telah memanfaatkan hal itu lebih banyak. Dengan segitiga terumbu karang yang lebih kecil dan otoriter negara yang tidak seluas Indonesia, negara-negara amerika tengah telah banyak meraup keuntungan di bidang pariwisata jauh berlipat di banding Indonesia. Sebagai negara berkembang, sudah saatnya Indonesia memanfaatkan hal ini demi menyokong perekonomian dan perkembangan menuju bangsa mandiri yang lebih baik. Membuka sebuah pintu gerbang, memberikan ruang bagi Indonesia untuk bisa berkembang dengan caranya sendiri. Kepulauan Wakatobi sebagai taman nasional yang unik dengan alam laut dan budaya masyarakatnya tentu akan menjadi impian bagi semua orang di dunia untuk mengunjungi monumen hidup tentang kehidupan yang unik di negara tropis ini. Pariwisata kapal pesiar yang kini sudah tersebar luas di seluruh dunia akan menikmati potensi yang ada karena Wakatobi sendiri suatu saat akan bisa menjadi mount everestnya nepal, impian umat manusia untuk mengunjungi. Menjadi sangat dilematis saat dihadapi tentang kenyataan akan laut yang belum termanfaatkan dengan baik namun fakta bahwa perkembangan yang ada justru suatu saat akan merusaknya. Membuka sebuah pintu gerbang menuju pariwisata taman laut yang sensitif terhadap pembangunan yang ada sekarang akan kerusakan atas apa yang menjadi aset bangsa Indonesia selama ini baik dari sisi alamnya maupun manusianya. Ide akan membuat pelabuhan lepas pantai ditujukan agar dirumuskannya sebuah gagasn pembangunan yang mampu menjaga kelstarian alam laut Indonesia, dan juga memberi kesempatan bagi masyarakat tradisional ikut turut andil dalam perkembangan pariwisata Indonesia. Sehingga pelabuhan lepas pantai ini bisa menjadi salah satu ide menarik untuk perkembangan negara Indonesia kedepannya dan menjadi mandiri tanpa harus terus mengekor dari politik negara maju yang ada sekarang.
By its wealth in natural and cultural treasure, Indonesia has a great potential to attract international interest in tourism. Located in such geographical scenery, intersection between two continents and two oceans generate the coral triangle of marine resources in Indonesia. with the same geographical characteristic, some countries around caribbean sea have utilized their potential to the fullest. Although with the smaller area of marine resource, the countries of Central America have a lot profit by the tourism industry in distinctive number compared with Indonesia. As a developing country, it becomes an urge to start utilizing the potential to support nation's economy and progress toward a independent country. Create an entrance to international tourism will give Indonesia a way to find its own national identity in this modern world. Wakatobi archipelago as national park contain the richest potential both in its marine ecology and marine anthropology. With its unique lifestyle and scenery, if the infrastructure to welcome the tourism industry is well developed, Wakatobi archipelago will stand side by side with another international tourism such as Mount Everest in Nepal. By its opportunity to join the market of cruise tourism, Wakatobi archipelago will gain global awareness and people around the world start to consider it as their dream vacation. It becomes a great dilemma, as paving the pristine of archipelago will also give the threat to damage the national park. Marine ecology and marine anthropology of Wakatobi archipelago is in the serious stake that should be well considered when designing the opening of Wakatobi's international tourism entrance, as it was the great asset of the world that should be well-preserved. Proposing the idea to build the cruise port far from the coastline, the port is designed to minimize the damage to the coast's ecosystem and give the unique attraction by traditional cruise for transporting the tourist to the shoreline. While formulating the design that can maintain the purity of Wakatobi's marine ecosystem, the idea of port will give an opportunity for traditional cruise communities to take a great contribution in national tourism industry. Offshore cruise port is another concept to generate an original idea for Indonesia's development, creating an original independent tropical country apart from political control by another bigger countries.
Kata Kunci : Pelabuhan Kapal Pesiar Lepas Pantai, Industri Pariwisata Kapal Pesiar, Taman Nasional Wakatobi