Laporkan Masalah

APLIKASI TEKNIK PENGINDERAAN JAUH UNTUK IDENTIFIKASI MULUT GUA DAN SEBARANNYA DI KAWASAN KARST DAERAH SEMANU, GUNUNGKIDUL, YOGYAKARTA

EFENDI SAPUTRA, Drs. Retnadi Heru Jatmiko, M.Sc.

2014 | Skripsi | KARTOGRAFI DAN PENGINDRAAN JAUH

Kawasan karst dikenal dengan lahan tandus karena potensi yang ada berupa sungai bawah tanah, serta keindahan Speleotem belum banyak diketahui oleh masyarakat luas. Pengembangan teknologi satelit sumber daya saat ini, sudah banyak digunakan untuk keperluan berbagai disiplin ilmu pengetahuan, khususnya untuk keperluan pemetaan geologi dan kajian terkait. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji kemampuan citra landsat 8 pankromatik dalam memberikan informasi terkait identifikasi mulut gua serta agihan sebaran mulut gua di daerah penelitian. Aplikasi teknik penginderaan jauh untuk identifikasi mulut gua pada penelitian ini digunakan analisis pola aliran, analisis struktur dan morfologi. Variabel yang digunakan adalah pola aliran, kelurusan dan morfologi negatif dan vegetasi yang didapatkan melalui proses interpretasi visual. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa di daerah Semanu memiliki tingkat ketelitian interpretasi citra dengan menggunakan pendekatan analisis pola aliran, analisis struktur, dan analisis morfologi sebesar 72%, sehingga dapat dikatakan bahwa teknik penginderaan jauh dapat digunakan untuk identifikasi mulut gua.

Karst region known as barren land due to the potential stored in it in the form of an underground river ,as well as beauty Speleotem isn’t widely known by the people . The development of resources satellite technology at this time, already widely used for various disciplines of science, especially for the geological mapping purposes and related studies. The study aims to analysis of Landsat 8 Pancrhomatic remote sensing imagery to identification and to discover the distribution of the cave entrance in the study area. Remote sensing techniques application for the identification of the cave entrance in this study using an the approach flow pattern analysis, structural analysis, and morphological analysis. The variables used are flow patterns, straightness and negative morphology and vegetation obtained through visual interpretation process This result is remote sensing techniques to identify the cave entrance in the karst region with the approach flow pattern analysis, structural analysis, and morphological analysis have accuracy level 72%. That remote sensing techniques can be used to identify entrance of the cave.

Kata Kunci : karst, penginderaan jauh, gua


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.