Laporkan Masalah

EVALUASI KESESUAIAN LAHAN UNTUK CABAI MERAH, SALAK, TOMAT, DAN SENGON DI KAWASAN RAWAN BENCANA MERAPI WILAYAH KLATEN DAN BOYOLALI PASCA ERUPSI 2010

NUR ERWIN ADITYA, Dr. Ir. Sri Nuryani H.U., MP., M.Sc.

2014 | Skripsi | ILMU TANAH

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan tingkat kesesuaian lahan cabai merah, salak, tomat, dan sengon dengan metode FAO (1976) di kawasan rawan bencana Merapi wilayah Klaten dan Boyolali pasca erupsi 2010. Penelitian ini dilakukan dengan menumpangtindihkan peta penggunaan lahan, curah hujan, dan topografi kawasan rawan bencana Merapi wilayah Klaten dan Boyolali pasca erupsi 2010. Berdasarkan hasil tumpangtindih peta tersebut didapat 33 satuan peta lahan (tidak termasuk pemukiman, sungai besar, dan hutan). Karakteristik SPL ini kemudian dicocokkan dengan syarat tumbuh cabai merah, salak, tomat, dan sengon. Adapun tingkat pengelolaan untuk perbaikan lahan untuk perbaikan menjadi kesesuaian lahan potensial, yaitu pada tingkat rendah sampai sedang. Setelah itu dilakukan pemilihan terhadap arahan pengembangan lahan. Hasil untuk arahan pengembangan lahan pada prioritas pertama untuk tanaman cabai merah seluas 270.70 ha, salak seluas 270 ha, tomat seluas 270.70 ha, dan sengon seluas 810.35 ha.

This research aimed to determine land suitability of red chili, salacca, tomato, and sengon by using FAO (1976) method at Klaten and Boyolali regency which include in Merapi disaster area post 2010 eruption. This research was done by overlay of landuse map, amount of rain map, and topography map of Klaten and Boyolali regency which include in Merapi disaster area post 2010 eruption. According to overlay result there were 33 land mapping unit (excluded citizen area, great river, dan forest). The land mapping unit characteristic matched with growth prerequirement of red chili, salacca, tomato, and sengon. The level of management to repair a potential land suitability classes, at low to moderate. The result of potential land suitability used to determine land priority development. Result of land priority development for red chili in first priority which coverage area 270.70 ha, salacca which coverage area area 270.70 ha, tomato which coverage area 270.70 ha, and sengon which coverage area 810.35 ha.

Kata Kunci : kesesuaian lahan, kawasan rawan bencana Merapi, arahan pengembangan lahan


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.