GERAKAN MASYARAKAT ADAT MENGENAI ISU DEVELOPMENTALISME : STUDI KASUS FOIN (FODERATION DER INDIGENES DES NAPO) DI EKUADOR
DIPA RADITYA, Drs. Riza Noer Arfani, MA.
2014 | Skripsi | Ilmu Hubungan InternasionalDalam skripsi ini, penulis akan menjabarkan sebuah kasus yang melibatkan gerakan berbasis identitas masyarakat adat di sebuah negara di benua Amerika Latin yaitu Ekuador. Gerakan yang menamakan diri mereka FOIN adalah sebuah gerakan federasi yang pada awalnya adalah gerakan petani nantinya akan bertransformasi menjadi sebuah gerakan berbasis politik identitas mencoba untuk melawan struktur dan diskursus yang diakibatkan oleh developmentalisme dan kuasa jejaring kapitalisme global. Bahasan skripsi ini mencakup pada analisa historis pendirian FOIN dilengkapi dengan studi-studi historis yang menjelaskan kecenderungan perubahan agenda sosial di gerakan-gerakan sosial di Amerika Latin. Dalam tulisan ini juga, anatomi gerakan sosial juga akan dianalisa secara komprehensif yang menganut pola gerakan hierarkhis pada gerakan-gerakan sosial pola lama menuju pola gerakan sosial gaya baru (New Social Movements) yang lebih adaptatif terhadap isu-isu kontemporer di Amerika Latin. Analisa yang dibahas juga mencakup kecenderungan sifat gerakan FOIN yang bermain dalam dua instrumen yaitu sebagai partner kinerja pemerintah yang reformis dan gerakan yang radikal ketika pemerintah tidak mengindahkan tuntutan-tuntutan mereka sebagai masyarakat adat. FOIN pertama didirikan sebagai sebuah gerakan sosial advokasi penyediaan tanah bagi masyarakat-masyarakat kaum miskin kota dan meluaskan isu mereka menjadi isu etno-rasial seperti pengakuan hak kewarganegaraan masyarakat adat, hak untuk berdikari bagi masyarakat adat dan tuntutan untuk menciptakan Ekuador yang multikultur. FOIN berkomitmen untuk mendapatkan tanah adat sebagai mereka, kelestarian budaya mereka sebagai hak kultural mereka , dan juga menciptakan metode perlawanan melawan kapitalisme global, rasialisme dan represi pemerintah.
In this thesis, the author would like to explain about case against the risk of developmentalism in Ecuador by using a prominent, notorious and solid indigenous people’s movement as its level of analysis. This social movement named FOIN was found as peasant-based movement in Ecuador,at first and shifted its paradigm to identity based movements using indigenous as its explicit agenda. This paradigm shift could be elaborate as a typical transformation that happened in many social movements cases that can be found in Latin America. This new social agenda would become another exponential agent of change that trying to oppose social injustice caused by global capitalisme and repressive goverment policy. This thesis also would like to offer explanations based on historical analysis on FOIN to determine what makes the paradigm shift on its social agendas. Social movements anatomical change would be further explained in this thesis as their adaptation as new social movement to encounter contemporary issues in Latin America. Another further explanation about FOIN would be in the form of its collective instruments that makes FOIN took its stand as a partner of reformative goverments and national opposition actor when their social demand had not been concluded and implemented by the government. FOIN determined themselves as an mediator and advocacy agent for peasants in case of land reform in Ecuador and later on, widen their works to become a prominent agent of change for right to self determination,socio economic right and cultural right for indigenous peoples, specifically. FOIN also makes demands for multicultural citizenship in Ecuador while in another hand, trying to reclaim the historical rights for their land.
Kata Kunci : masyarakat adat,hak sosio-ekonomi, developmentalisme,identitas kolektif, gerakan sosial baru