DINAMIKA POPULASI PSEUDOMONAS PUTIDA PF-20 DAN RALSTONIA SOLANACEARUM PADA RIZOSFER TANAMAN TOMAT
RATNA WAHYUNINGTYAS, Prof. Dr. Ir. Triwidodo Arwiyanto, M.Sc.
2014 | Skripsi | ILMU HAMA & PENYAKIT TUMBUHANTomat merupakan salah satu komoditas pertanian yang banyak mengandung zat berguna bagi manusia. Salah satu kendala dalam peningkatan produksi tomat yaitu adanya gangguan penyakit layu bakteri Ralstonia solanacearum. Berbagai metode telah digunakan untuk mengendalikan penyakit ini, salah satunya dengan agensia hayati Pseudomonas putida Pf-20. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui dinamika populasi P. putida Pf-20 dan R. solanacearum pada rizosfer tanaman tomat. Isolat P. putida Pf-20 yang digunakan merupakan koleksi dari Laboratorium Bakteriologi Tumbuhan, Jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Populasi P. putida Pf-20Rif pada perlakuan tanpa inokulasi R. solanacearum terus menurun dari waktu ke waktu. P. putida Pf-20Rif pada perlakuan inokulasi R. solanacearum mengalami fluktuasi. Pada pengamatan minggu pertama populasinya lebih rendah dari P. putida Pf-20Rif pada perlakuan tanpa inokulasi R. solanacearum, kemudian menurun pada minggu ke-2 dan selanjutnya pada minggu ke-3 dan ke-4 terus meningkat hingga populasinya hampir sama dengan populasi P. putida Pf-20Rif pada perlakuan tanpa inokulasi R. solanacearum.
Tomato is an agricultural commodity containing nutrients for human health. Problem faced in tomato production is bacterial wilt caused by Ralstonia solanacearum. Some methods have been used for manage it, one of them is using biocontrol agent Pseudomonas putida Pf-20. The research aims to know population dynamic of P. putida Pf-20 and R. solanacearum in the tomato rizosphere. The P. putida Pf-20 isolate used was a collection of Laboratory of Plant Bacteriology, Departement of Plant Protection, Faculty of Agriculture, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. P. putida Pf-20Rif population in treatment without R. solanacearum declined from time to time. In R. solanacearum inoculated treatment, P. putida Pf-20Rif population fluctuated. In the first observation the population was lower than those in treatment without R. solanacearum. The population declined on the second observation and then increased in third and fourth observation closer to P. putida Pf-20Rif population in treatment without R. solanacearum.
Kata Kunci : layu bakteri, Pseudomonas putida Pf-20, Ralstonia solanacearum, tomat