KARAKTER REPRODUKSI NILA MERAH (Oreochromis sp.) STRAIN CANGKRINGAN DAN TETUANYA
AGUS INDRA DJATNO, Susilo Budi Priyono, S. Pi., M. Si.
2014 | Skripsi | BUDIDAYA PERIKANANPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh nila merah strain Cangkringan dan tetuanya terhadap kecepatan pemijahan, fekunditas, fertilitas dan daya tetas. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) terdiri atas 5 perlakuan dengan masing-masing perlakuan terdiri atas 10 ulangan untuk pemijahan sedangkan untuk penetasan 3 ulangan. Perlakuan terdiri atas strain Cangkringan dan tetua meliputi strain Citralada, Filiphina, Nifi dan Singapura. Penelitian ini dilakukan di Unit Kerja Balai Air Tawar (UKBAT) Cangkringan selama 100 hari. Pemijahan menggunakan hapa berukuran 2×1×1 m 3 sebanyak 50 buah yang ditempatkan pada kolam permanen ukuran 1000 m 2 . Induk yang digunakan berbobot 180-260 gram untuk betina dan pejantan berkisar 250-360 gram. Rasio tiap perlakuan pemijahan 1:1 (1 jantan: 1 betina). Induk diberi pelet T781 secukupnya. Pemijahan berlangsung selama 14 hari dengan sampling telur dilakukan setiap panen telur. Parameter yang dihitung meliputi kecepatan pemijahan, fekunditas, fertilitas, daya tetas telur dianalisis sidik ragam dengan tingkat kepercayaan 95 %, sedangkan kualitas air pemijahan maupun inkubator dianalisis secara deskriptif. Hasil analisis sidik ragam terhadap variabel kecepatan pemijahan, fekunditas dan fertilitas nila merah strain Cangkringan dengan tetuanya menunjukkan tidak ada beda nyata (P>0,05) antar perlakuan. Hasil analisis sidik ragam terhadap variabel daya tetas telur menunjukkan beda nyata (P<0,05) antar perlakuan ditunjukkan strain Cangkringan mempunyai daya tetas lebih tinggi dari ketiga strain lain namun lebih rendah dari strain Nifi. Hasil penelitian karakter reproduksi terbaik terdapat pada strain Cangkringan cenderung lebih baik dibandingkan dengan tetuanya.
This study aims to determine the effect of red tilapia Cangkringan strain and their parents spawning speed, fecundity, fertility and hatching rate. This research used completely randomized design (CRD) consisting of 5 treatments with each treatment consisted of 10 replicates for spawning and hatching as many as 3 replication. Treatment consisted of Cangkringan strain and their parents include Citralada strain, Filiphina, Nifi and Singapura. The research was conducted at Unit Kerja Balai Air Tawar (UKBAT) Cangkrinan for 100 days. Spawning using hapa measuring 2×1×1 m 3 of 50 placed on permanent pond seizing of 1000 m 2 . Brooder used weight of 180-260 grams for females and males about 250-360 gram. Male and female ratio 1:1 (1 male: 1 female). Brooder given pellet T781 in edequate quantity. Spawning lasted for 14 days with sampling performed every harvest egg. Parameters include spawning rate, fecundity, fertility, hatching rate and all those were analyzed use analyzing of variance with confidence level of 95 %, while the water quality of spawning or incubation were analyzed descriptively. Result of analyzing of variance to variable speed spawning, fecundity, fertility of red tilapia Cangkringan strain with their parents showed no significant difference (P>0,005) between treatment. Result of analyzing of variance to variable hatching rate showed significant difference (P<0,05) between treatment indicated Cangkringan strain has higher than others strain, but lower than Nifi strain. The result showed that based on reproduction characters red tilapia Cangkringan strain tent to be better than their parents.
Kata Kunci : karakter reproduksi, nila merah, strain Cangkringan