PENGARUH KONSENTRASI ABU VULKANIK TERHADAP KUALITAS AIR DAN SINTASAN LELE (Clarias sp.)
BESTARI IBNU R, Dr. Ir. Bambang Triyatmo, M.P.
2014 | Skripsi | BUDIDAYA PERIKANANPenelitian telah dilakukan terhadap lele yang dipelihara dalam media air yang mendapat perlakuan konsentrasi abu vulkanik yang berbeda. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan metode percobaan (eksperimental) yang terdiri dari 5 perlakuan konsentrasi abu vulkanik dan masing-masing perlakuan mempunyai 3 ulangan. Perlakuan konsentrasi abu vulkanik dalam air pemeliharaan lele terdiri dari 0, 50, 100, 150 dan 200 g/L. Abu vulkanik diambil dari tempat yang relatif terlindung di Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman pada bulan September 2012 (hasil erupsi Gunung Merapi pada bulan November 2010). Abu tersebut disaring melalui ayakan dengan mesh size 500 μm. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh konsentrasi abu vulkanik terhadap kualitas air, sintasan dan pertumbuhan lele. Benih lele (panjang 8-12 cm) dipelihara selama 56 hari dalam bak fiber (ukuran 48x29x29 cm3 dan volume air 25 L), dengan padat tebar 10 ekor/bak (72 ekor/m2). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan konsentrasi abu vulkanik tidak berpengaruh nyata terhadap suhu air, konduktivitas, padatan terlarut total (TDS), padatan tersuspensi total (TSS), pH, oksigen terlarut, karbondioksida bebas, alkalinitas, kesadahan, sulfat dan amonia, namun berpengaruh nyata terhadap kecerahan air, kekeruhan air, sintasan dan pertumbuhan berat mutlak ikan. Konsentrasi abu vulkanik yang semakin tinggi menyebabkan kecerahan air menurun, kekeruhan air meningkat, sintasan dan pertumbuhan berat mutlak ikan menurun. Pemeliharaan lele masih baik dilakukan pada konsentrasi abu vulkanik sampai dengan 100 g/L.
The research used Completely Randomized Design with experimental method consisted of 5 volcanic ash concentrations and each of treatment has triplicate. Volcanic ash concentrations consisted of 0, 50, 100, 150 and 200 g/L. Volcanic ash was taken in Cangkringan District, Sleman Regency on September 2012 (the eruption of Merapi Mount was became on November 2010). It was filtered with sifter mesh size 500 μm. The research has been done to know the water quality, survival and growth of catfish which cultured and subjected to volcanic ash concentrations. Catfish seeds (8-12 cm) were cultured 56 days on fiber tank (dimension 48x29x29 cm3 and water volume 25 L) with the density 10 fishes/tank (72 fishes/m2). The result showed that the difference of volcanic ash concentrations were not significantly on water temperature, conductivity, Total Dissolved Solid (TDS), Total Suspended Solid (TSS), pH, dissolved oxygen, free carbon dioxide, alkalinity, hardness, sulfate and ammonia, however significantly on water transparency, water turbidity, survival and absolute weight growth of fish. The more high volcanic ash concentration caused water transparency decreased, water turbidity increased, survival and absolute weight growth of fish decreased. Catfish was still good cultured on volcanic ash concentration until 100 g/L.
Kata Kunci : konsentrasi abu vulkanik, kualitas air, lele, sintasan.