PELAKSANAAN PENERIMAAN PASIEN DAN KODING TERKAIT PEMBERLAKUAN BPJS 2014 DI RUMAH SAKIT UMUM PKU MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA
KHOIRUM WATIATSARO, Nuryati, S.Far., MPH
2014 | Tugas Akhir | D3 REKAM MEDISLatar Belakang : Berlakunya BPJS 2014 di harapkan mampu menjadikan pelayanan rumah sakit menjadi lebih optimal. Pemerintah telah memberikan wewenang secara penuh kepada pihak BPJS dalam pelaksanaan BPJS 2014. Ketidaksiapan pihak BPJS dibuktikan dengan tidak adanya petunjuk teknis (Juknis) alur pelayanan pasien BPJS. Pada studi pendahuluan yang dilakukan di Rumah Sakit Umum PKU Muhamadiyah Yogyakarta, dimana tidak adanya juknis secara tertulis yang diberikan oleh pemerintah mengakibatkan alur pelayanan tidak konsisten. Permasalahan lainnya adanya pasien yang tidak konsisten dalam melakukan pemeriksaan, yang awalnya melakukan pemeriksaan rawat jalan menggunakan cara bayar umum dan ketika ada perintah dokter dari poliklinik untuk melakukan rawat inap, pasien tersebut menginginkan agar diklaim sebagai peserta jaminan sosial. Hal tersebut akan mengacaukan sistem administrasi yang ada di Rumah Sakit Umum PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Tujuan : Untuk mengetahui gambaran pelaksanaan BPJS 2014 di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Yogyakarta, mengetahui hambatan dan upaya dalam mengatasinya yang terjadi di unit kerja rekam medis khususnya di bagian penerimaan pasien dan koding pasien BPJS terkait permasalahan yang terjadi di unit kerja rekam medis setelah berlakunya BPJS Kesehatan. Metode Penelitian : Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan rancangan cross sectional. Subjek dan objek penelitiannya adalah petugas penerimaan pasien, koding pasien BPJS dan verifikator independen di Rumah Sakit Umum PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Pengambilan data melalui wawancara, studi dokumentasi dan observasi. Hasil : Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa di Tempat Penerimaan Pasien dan Koding Rumah Sakit Umum PKU Muhammadiyah Yogyakarta prosedur disampaikan secara lisan karena prosedur pelaksanaan TPP secara tertulis belum sempurna, meskipun belum ada prosedur secara tertulis untuk kegiatan koding BPJS namun pelaksanaannya sudah cukup baik. Hambatan yang terjadi dalam pelaksanaan penerimaan pasien dilihat dari SDM, masih ada petugas berlatar belakang pendidikanya bukan diploma rekam medis. Dilihat dari machine (alat) komputer di tempat penerimaan pasien dan filing sering eror. Sedangkan dilihat dari methode (cara) hambatannya adalah komunikasi antar petugas TPP maupun petugas filing, poliklinik dan bangsal masih kurang. Sedangkan pelaksanaan koding sudah cukup baik. Karena BPJS baru dilaksanakan tiga bulan sehingga banyak aturan yang dirubah sampai rumah sakit menemukan aturan yang sesuai. Untuk SDM tidak ada hambatan, latar pendidikan petugas koding BPJS adalah D3 Rekam Medis. Sedangkan methode (cara), hambatan yang terjadi adalah adanya resume medis yang tidak terisi atau terisi namun tidak lengkap dan jelas. Untuk machine tidak ada hambatan.
Background: Applicability of 2014 in the hope BPJS able to make hospital services become more optimal. The government has given full authority to the parties in the implementation BPJS 2014. Unpreparedness BPJS evidenced by the absence of technical guidelines BPJS patient service flow. In a preliminary study conducted at PKU Muhammadiyah Hospital of Yogyakarta, where the absence of written guidelines provided by the government resulting inconsistent service flow. Other problems that the patient is not consistent presence in the examination, which was originally an outpatient examination using common payment method and when there was an order from the doctor's clinic to hospitalization, the patient wants the participants claimed as social security. It will mess up the existing administrative system in PKU Muhammadiyah Hospital of Yogyakarta. Objective: To reveal the implementation BPJS 2014 at PKU Muhammadiyah Hospital of Yogyakarta, knowing and efforts to overcome obstacles that occur in the work unit especially in the medical record and patient acceptance BPJS patientrelated coding problems that occur in the work unit medical record after the enactment of the Health BPJS . Methods: This study used a qualitative descriptive method with cross sectional design. Subject and object of research is patient admissions officers, coding and independent verifier BPJS patients at PKU Muhammadiyah Hospital of Yogyakarta. Retrieval of data through interviews, documentation and observation studies. Results: The results of this study indicate that in place Patient Receipts and Coding General Hospital PKU Muhammadiyah Yogyakarta delivered orally procedures for the implementation of the procedure in writing patient Admission is not perfect, though there are no written procedures for coding activities BPJS but the implementation is good enough. Barriers that occur in the implementation of man seen patient admissions, there is still a background officer diploma pendidikanya not medical records. Judging from the machine (tool) computer at the reception of patients and often filing error. While the views of the method (way) obstacles is communication between officer of TPP and filing workers, clinics and wards are still lacking. While the implementation of the coding is good enough. Because the newly implemented three-month BPJS so many rules changed until the hospital find appropriate rules. For man no barriers, educational background coding clerk BPJS is D3 Medical Record. While the method (way), the bottleneck is the medical resume is not filled or filled and incomplete and unclear. For machine no barriers.
Kata Kunci : Gambaran, Pelaksanaan, TPP, Koding, INA CBGs, BPJS Kesehatan