ANALISIS RISIKO DAN PENGEMBANGAN PARAMETER PADA SUPPLY CHAIN KACANG TANAH (Arachys hypogaea L) UNTUK MEREDUKSI DAMPAK NEGATIF MIKOTOKSIN
ARVISNA DHATU KUMARA SIWI, Dr. Ir. Adi Djoko Guritno, MSIE
2014 | Skripsi | TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIANKacang tanah (Arachis hypogaea L.) merupakan salah satu komoditas yang memiliki potensi terkontaminasi mikotoksin yang dihasilkan oleh berbagai jenis kapang yang sangat mudah tumbuh di iklim tropis. Penelitian dilakukan di dua wilayah yaitu di Pakis Aji, Jepara, Jawa Tengah dan Pundong, Bantul, Yogyakarta. Penelitian ini ditujukan untuk mengidentifikasi faktor lingkungan yang memicu timbulnya dampak negatif mikotoksin, menentukan indikator kinerja supply chain, dan mengembangkan parameter baru sebagai upaya preventif untuk mengurangi dampak negatif mikotoksin. Analisis risiko dilakukan berdasarkan standar ISO 31000 dan pengumpulan data dengan teknik convenient sampling dan dilakukan indepth interview kepada pemilik risiko dalam supply chain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa parameter risiko pemicu timbulnya mikotoksin dapat teridentifikasi pada tingkat petani, pengepul dan pedagang. Parameter yang termasuk kategori avoid risk ditingkat petani adalah terdapatnya luka pada buah dan hama pada tahap pemanenan, sedangkan pada tingkat pengepul dan pedagang adalah pengeringan, sortasi, dan kondisi penyimpanan. Mitigasi risiko terkait pada kategori avoid risk tersebut dilakukan melalui perbaikan teknik pemanenan dan peningkatan penanganan pasca panen. Terpilih 24 jenis indikator kinerja supply chain hasil verifikasi narasumber ahli untuk mengurangi dampak negatif mikotoksin dan terdapat 18 parameter yang belum digunakan pada pengelolaan risiko supply chain kacang tanah saat ini. Transportasi antar tingkatan supply chain, lead time pemesanan, efektifitas penjadwalan, dan waktu pemrosesan dapat memperkaya parameter risiko aktual. Penelitian menyimpulkan bahwa penggabungan hasil pengamatan aktual dengan pengembangan parameter kinerja supply chain terpilih dapat digunakan sebagai acuan upaya preventif untuk mengurangi dampak negatif mikotoksin dalam rangkaian supply chain kacang tanah.
Groundnut (Arachis hypogaea L.) is a commodity that is potentially contaminated by mycotoxin stem from various fungi. In this syudy, the groundnut’s supply chain was analyzed, taking two sample from its farming area as located in Pundong, Bantul, Yogyakarta Province and Pakis Aji, Jepara, Central Java Province. The emergence of mycotoxin along its supply chain is identified in order to determine the supply chain performance indicator, and to develop new risk parameters as an effort to reduce negative effects of mycotoxin. Risk analysis is based on ISO 31000 standard using data of risk owner in the groundnut’s supply chain. Data and information were collected through convenient sampling method with in-depth interview from respondents. The results showed that mycotoxin could be identified in farmers level, collectors, and traders. Parameters which are classified as avoid risk in farmers level is pest infections and injuries during harvesting process. Subsequently, risk parameters in the collectors and traders are drying lead time, sortation, and storage condition. Improvement of harvesting techniques and post-harvest handling is needed to reduce the negative impact of mycotoxin. From the verification by the expert concluded that 24 items of new supply chain parameters were necessary to reduce negative effects, and there are 18 parameters that have not been used. Transportation between supply chain tiers, order lead time and processing time can enrich the actual risk parameters. This study concluded that the combination of actual and development of supply chain indicators could influence preventive measures to reduce the negative effects of mycotoxin of groundnut.
Kata Kunci : kacang tanah, mikotoksin, supply chain, manajemen risiko, pengembangan indikator risiko