IDENTIFIKASI DAN ANALISIS DESA TERTINGGAL KAWASAN PESISIR DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
SUTRISNO LBN.TOBING, Drs. Joko Christanto M.Sc.
2014 | Skripsi | PEMBANGUNAN WILAYAHPembangunan yang dilaksanakan selama ini ternyata belum mampu untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat terutama yang berdiam di daerah pedesaan. Akibatnya adalah timbul desa-desa yang miskin dan terbelakang. Sebagaimana amanat dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2010-2014, pembangunan daerah tertinggal telah ditetapkan sebagai salah satu prioritas nasional ke-10 yaitu “Daerah Tertinggal, Terdepan, Terluar, dan Pasca-konflikâ€. Kawasan pesisir D.I. Yogyakarta mencakup 3 kabupaten yaitu Kabupaten Gunungkidul, Bantul dan Kulon Progo, keseluruhan desa pesisir tersebut mencakup 35 desa. Tujuan penelitian ini adalah; 1) mengetahui tingkat kemajuan desa di kawasan pesisir D.I. Yogyakarta, 2) mengetahui faktor yang mempengaruhi perbedaan tingkat kemajuan desa khususnya penyebab ketertinggalan suatu desa di kawasan pesisir, serta 3) menentukan arahan kebijakan pembangunan desa tertinggal yang sesuai di kawasan pesisir DIY. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Potensi Desa tahun 2011 serta Kecamatan Dalam Angka Tahun 2012, metode yang digunakan adalah analisis data sekunder. Tingkat kemajuan desa diukur dari potensi desa, keadaan penduduk, perumahan dan lingkungan, dan tambahan variabel lain, dilakukan skoring, kemudian diklasifikasikan menjadi desa tertinggal, sedang berkembang dan desa maju. Faktor pembentuk perbedaan tingkat perkembangan desa digunakan teknik analisis faktor kemudian analisis diskriminan untuk mengetahui faktor yang paling mempengaruhi desa tertinggal. Analisis deskriptif kuantitatif digunakan untuk menentukan arahan kebijakan yang sesuai dengan kondisi tingkat perkembangan desa pesisir tiap kabupaten. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa karakteristik tingkat perkembangan desa pesisir di D.I. Yogyakarta cukup bervariasi. Dari total 35 desa, terdapat 12 desa maju, 12 desa yang tergolong sedang berkembang, dan 11 desa adalah desa tertinggal. Faktor yang mempengaruhi tingkat perkembangan desa pesisir adalah fasilitas kesehatan, tenaga kesehatan, jarak dari desa ke ibukota kecamatan, pasar. Faktor yang paling mempengaruhi desa tertinggal adalah fasilitas kesehatan. Arahan kebijakan yang sesuai adalah, peningkatan sarana dan prasarana kesehatan di tiap desa yang tergolong tertinggal, membuka pusat pertumbuhan baru, serta membangun sarana prasana pendukung perekonomian masyarakat pesisir. Kata Kunci : Pembangunan, Desa Tertinggal, Kawasan Pesisir Daerah Istimewa Yogyakarta
Development carried out during this turns out to have not been able to improve the welfare of the people especially those dwelling in rural areas. The result was raised poor villages and backward. As mandated in the National Medium Term Development Plan ( RPJMN 2010-2014), the development of disadvantaged areas has been established as one of the 10 national priority of \\"Underdeveloped Regions, Frontier, Outermost, and Post-conflic\\". Coastal areas D.I. Yogyakarta which includes 3 Gunungkidul district, Bantul and Kulon Progo, the entire coastal villages covering 35 villages. The purpose of this study are: 1) determine the level of progress of the village in the coastal district D.I. Yogyakarta, 2) determine the factors that influence the differences in the level of advancement of the causes of underdevelopment in particular village a village in coastal areas, and 3) determine the direction of underdeveloped villages policies are appropriate in the coastal region of D.I. Yogyakarta. The data used in this study is the potential of the Village in 2011 and the District In Figures In 2012, the method used is secondary data analysis. Measured the rate of progress of potential rural village, state population, housing and the environment, and other additional variables, do the scoring, then classified into underdeveloped villages, developing and developed villages. Factors forming the different levels of development of the village and then use factor analysis technique discriminant analysis to determine the factors that most influence the underdeveloped villages.. Descriptive analysis and map analysis is used to determine the direction of policy in accordance with the conditions of the level of development of the coastal villageofeachdistrict. The results of this study showed that the characteristics of the level of development of coastal villages in D.I. Yogyakarta is quite varied. Of the total 35 villages, 12 villages are developed, 12 villages belonging developing, and 11 villages are underdeveloped villages. Affecting factor the development of the coastal village are level health facilities, health workers, the distance from the village to the district capital, market. The most influential factors of underdeveloped is health facilities. Policy direction is, improvement of health infrastructure in each village is relatively underdeveloped, opening new growth centers, as well as a means to build infrastructures supporting the economy of coastal communities. Keywords : Development , underdeveloped village , Coastal Zone D.I Yogyakarta
Kata Kunci : Pembangunan, Desa Tertinggal, Kawasan Pesisir Daerah Istimewa Yogyakarta