Efektivitas kombinasi metode informasi gizi dan pelatihan dukungan sosial dalam peningkatan interaksi ibu-anak dan status gizi anak
SUSANA, Tjipto, Johana E. Prawitasari, PhD
2001 | Tesis | S2 PsikologiBerdasarkan penelitian-penelitian terdahulu dan survei awal di kecamatan Gedong Tengen, Yogyakarta, peneliti menemukan bahwa masih ada masalah salah gizi pada anak yang berusia 4 - 6 tahun. Hasil survei tersebut juga menunjukkan bahwa para ibu mempunyai kesulitan meningkatkan kesadaran gizi anak, bahkan upaya tersebut menimbulkan interaksi negatif antara ibu dan an&. Eksperimen ini bertujuan untuk membandinglcan efektivitas metode pemberian informasi gizi yang disertai dengan pelatihan ketrampilan dukungan sosial dengan metode pemberian informasi saja dalam meningkatkan interaksi ibuanak dan status gizi anak. Desain penelitian yang digunakan adalah pre-post controlled group design. Data di kumpul kan dengan Tes Pengetahuan Gizi, Angket Kebiasaan Makan Anak, Angket Perkiraan Asupan Kalori Anak per Hari, dan observasi terhadap interaksi ibu-anak. Subjek penelitian adalah ibu dengan anaknya yang berusia 4-6 tahun yang menderita salah gizi. Eksperimen berlangsung selama 7 minggu, dengan pertemuan satu kali dalam seminggu, selama 90 - 120 menit setiap pertemuan. Hasil pengukuran sebelum dan sesudah eksperimen dianalisis dengan Analisis varians 1 Jalur Mixed 1 Faktor. Hasil analisis data secara kuantitatif menunjukkan bahwa kombinasi metode informasi gizi dan pelatihan dukungan sosial efektif dalam meningkatkan pengetahuan gizi ibu (p = O,OOO), kebiasaan makan sehat anak (p = 0,0135), interaksi positif ibu-anak (p = 0,0025), dan status gizi anak (p = 0,000). Metode pemberian informasi gizi tanpa pelatihan ketrampilan memberikan dukungan sosial hanya meningkatkan pengetahuan gizi ibu (p = O,OOO), tetapi tidak dapat meningkatkan kebiasaan makan sehat anak, interaksi positif ibuanak, dan status gizi anak.
Based on previous studies and the initial survey in Gedong ‘I’engen, Yogyakarta, the researcher tbund that there was still a problem or malriutrition on children aged 4-6 years old. ’I‘ht: survey also showed that mothers had dii’ticultics in enhancing “nutrition awareness†on children. Moreover in the process enhancing “nutrition awareness†on children could even cause a negative interaction between mother and childrcn. This research is an espdriment to compare the effectivity between giving information method with social support skill training and without social support skill training in enhancing mother-child interaction and children’s nutrition status. The pre-post controlled group design was applied on the subjects. Data was collected by the Nutrition Knowledge Test, the Eating Habit Questionnaire, the Average of Calory Intake by children everyday, and observed mother-child interaction. The subjects were mothers and their children aged 4-6 years old that had malnutrition problem. Experiment went on for seven weeks. There were weekly meetings lor 90 to 120 minutes each. Data on initial and final measurement on the experimental and control groups were analized statistically with One-way Analysis of Variance (Mixed Model). The quantitative analysis shows that a combination between nutrition information method and social support skill training effective in enhancing mother’s nutrition knowledge (p = O.OOO), children’s healthy eating habit (p = 0.0135), children’s nutrition status (p, = O.OOO), and positive mother-child interaction (p = 0.0025). Giving information about nutrition and health without social supprt skill training only enhances mother’s nutrition knowledge (p = O.OOO), but not the children’s healthy eating habit, children’s nutrition status, and positive mother-child interaction.
Kata Kunci : Psikologi Klinis, Interaksi Ibu dan Anak, Informasi Gizi, nutrition information, social supports, nutrition status, motherchild interaction