Laporkan Masalah

APLIKASI PENGINDERAAN JAUH DAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS UNTUK PEMETAAN ZONASI KERAWANAN KEBAKARAN PERMUKIMAN DENGAN MEMANFAATKAN CITRA QUICKBIRD DI KECAMATAN BALIKPAPAN SELATAN

WISNU WIDYATMADJA, Taufik Hery Purwanto, M.Si.

2014 | Skripsi | KARTOGRAFI DAN PENGINDRAAN JAUH

Perkembangan kota yang pesat diiringi jumlah penduduk yang meningkat memaksa suatu kota membutuhkan lahan baru untuk kawasan permukiman. Salah satu teknik yang digunakan untuk mendapatkan informasi keruangan yaitu menggunakan teknik penginderaan jauh. Penelitian ini bertujuan 1) Menentukan kawasan rawan kebakaran permukiman di Kecamatan Balikpapan Selatan, 2) Memetakan zonasi tingkat kerawanan kebakaran permukiman berdasarkan faktor kondisi fisik bangunan dan faktor penanganan bencana kebakaran. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pendekatan kuantitatif, pengharkatan berjenjang tertimbang dengan mengaplikasikan penginderaan jauh yang diintegrasikan dengan sistem analisis SIG, serta untuk mendukung keakuratan data dilakukan survei lapangan dengan metode Stratified Random Sampling Hasil yang didapat yaitu peta zonasi tingkat kerawanan kebakaran permukiman yang dibagi menjadi 3 kelas yaitu peta zonasi tingkat kerawanan kebakaran tinggi dengan luasan 656.52 Ha atau 13.89%, zonasi tingkat kerawanan kebakaran sedang dengan luasan 354.6 Ha atau 7.50%, dan zonasi tingkat kerawanan kebakaran rendah dengan luasan 220.82 Ha atau 4.67% Kata Kunci : Kerawanan Kebakaran, Kebakaran Permukiman, Sistem Informasi Geografis, Stratified Random Sampling.

Rapid City’s development with population increased force a city to require a new land for settlements. One of techniques that recently used to obtain the spatial data is remote sensing. The purposes of the research are 1) Determine the residential fire vulnerable area in Balikpapan Selatan, 2) Mapping residential fire vulnerability zoning level based on physic condition factors of its building and fire disaster management factors. The methods used in this research is quantitative approach with weighted overlay which is applied with remote sensing that integrated with GIS, then to support the accuracy of data is using Stratified Random Sampling. The result that obtained is a map of residential fire vulnerability zoning level, where the zoning are divided into 3 classes; high residential fire vulnerability zoning level with 656.52 Ha; medium residential fire vulnerability zoning level with 354.6 Ha; and low residential fire vulnerability zoning level with 220,82 Ha. Keyword : Insecurity Fire, Residential fire, Fire Settlement, GIS, Stratified Random Sampling

Kata Kunci : Kerawanan Kebakaran, Kebakaran Permukiman, Sistem Informasi Geografis, Stratified Random Sampling


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.