Laporkan Masalah

HUBUNGAN ANTARA PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DENGAN ANGKA KEJADIAN DIARE PADA BAYI USIA 0-6 BULAN DI PUSKESMAS NUNPENE, KABUPATEN TIMOR TENGAH UTARA, NUSA TENGGARA TIMUR

INDAH MELATI DJARA, Prof. dr. Moh. Juffrie, SpA(K), Ph.D

2014 | Tesis | S2 Ilmu Kedokteran Tropis

Latar belakang: Diare merupakan penyakit menular penyebab kematian bagi bayi di negara berkembang. Di Indonesia, penyakit diare merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat, karena tingginya angka kesakitan dan angka kematian terutama pada balita. Pada tahun 2000, incident rate (IR) diare adalah 301/1.000 dan tahun 2010 sebesar 411/1.000. Terjadi peningkatan sekitar 36,5% dalam 10 tahun. Kejadian diare di Provinsi Nusa Tenggara Timur tahun 2012 diperkirakan sebanyak 207.239 penderita dan yang ditangani sebanyak 102.193 penderita atau sebesar 51,2% dari total penderita. Di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), penyakit diare merupakan penyumbang kematian pada bayi urutan ke 3 setelah gizi buruk dan pneumonia. Pada bayi, terjadinya diare banyak dipengaruhi oleh imunitas, pemberian ASI eksklusif, pola pemberian ASI, pengetahuan ibu, higiene dan sosial budaya setempat. Tujuan: Mengetahui hubungan antara pemberian ASI eksklusif dengan angka kejadian diare pada bayi usia 0-6 bulan Metode penelitian: Disain penelitian dengan menggunakan studi kasus kontrol dengan sampel 30 kasus dan 60 kontrol. Kelompok kasus ditetapkan berdasarkan hasil diagnosis medis/paramedis yang ditemukan di wilayah kerja Puskesmas Nunpene, Kabupaten TTU dan kasus diare yang tidak berobat ke fasilitas kesehatan, sedangkan kontrol adalah bayi yang tidak pernah menderita diare pada usia 0-6 bulan di wilayah kerja puskesmas. Analisis data dilakukan secara univariabel, analisis bivariabel dengan chi square test dan analisis multivariabel dengan menggunakan regresi logistik berganda. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor risiko yang paling berpengaruh terhadap kejadian diare pada bayi berdasarkan analisis bivariabel adalah pengetahuan ibu (OR = 11,800, p = 0,007, 95% CI: 1,311 – 106,217), dan berdasarkan analisis multivariabel adalah pemberian ASI eksklusif (OR = 4,750, p = 0,001, 95% CI: 1,860 – 12,129). Kesimpulan: Pemberian ASI tidak eksklusif pada bayi usia 0-6 bulan mempunyai risiko mengalami kejadian diare 4,75 kali lebih besar dibandingkan dengan bayi yang mendapat ASI eksklusif.

Background: Diarrhea is an infectious disease that causes deaths for infants in developing countries. In Indonesia, diarrheal disease is one problem in public health, because of the high morbidity and mortality rate, especially in infants. In 2000, incident rate (IR) of diarrhea was 301/1,000 and in 2010 it amounted to 411/1,000. An increase of 36.5% has happened in ten years. The incidence of diarrhea in East Nusa Tenggara Province in 2012 was estimated at 207,239 people and, of the number, 102,193 patients were treated, or by 51.2% of the total patients. In Timor Tengah Utara (TTU), diarrheal disease is the third contributor to infant mortality after malnutrition and pneumonia. In infants, the occurrence of diarrhea is much influenced by immunity, exclusive breastfeeding, pattern of breastfeeding, maternal knowledge, hygiene, and local socio-culture. Objective: To determine the relationship between exclusive breastfeeding and the incidence of diarrhea in infants aged 0-6 months Methods: The design of this study was case-control with a sample of 30 cases and 60 controls. The case group was defined by medical/paramedical diagnosis found in Nunpene Health Center of TTU District and diarrheal cases without being treated to health facilities, while the controls were infants who had never suffered from diarrhea at the age of 0-6 months in the work area of the health center. Data analysis was performed with univariable and bivariate analysis with chi square test and multivariable analysis using multiple logistic regressions. Results: The results showed that risk factors affecting the incidence of diarrhea in infants based on bivariate analysis were maternal knowledge (OR = 11,800, p = 0,007, 95% CI: 1,311 – 106,217), and based on multivariable analysis were exclusive breastfeeding (OR = 4,750, p = 0,001, 95% CI: 1,860 – 12,129). Conclusion: Non-exclusively breastfed infants aged 0-6 months had a risk of experiencing diarrhea 4.75 times greater than those who were exclusively breastfed.

Kata Kunci : ASI eksklusif, diare bayi, studi kasus kontrol


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.