PERAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI DALAM MEWADAHI PARTISIPASI MASYARAKAT MENGHADAPI PERMASALAHAN PEMBANGUNAN HOTEL DI KOTA YOGYAKARTA
MUCHAMMAD DHIMAS REZHA A., M. Sani Roychansyah, S.T, M.Eng, D. Eng
2014 | Tugas Akhir | PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTABudaya siber adalah budaya yang terbentuk melalui media online. Teknologi informasi dan komunikasi (TIK) merupakan turunan dari budaya siber yang saat ini menjadi isu hangat dan layak untuk diperbincangkan. Saat ini TIK mengalami perkembangan yang cukup pesat. Dalam skala dunia, TIK telah mampu mengubah tatanan kehidupan baik meliputi kehidupan ekonomi, sosial maupun budaya. Melalui keberadaan TIK, pemenuhan kebutuhan individu maupun publik dapat dengan cepat terpenuhi. Di Indonesia, khususnya Kota Yogyakarta TIK berkembang cukup pesat. Puncaknya pada awal tahun 2000-an, semakin menjamurnya keberadaan warung internet (warnet) sebagai media online yang memiliki fungsi sebagai media komunikasi dan penyampaian informasi. Seiring berjalannya waktu, keberadaan informasi semakin mudah didapatkan. Keberadaan koran maupun media offline lain mulai tergerus karena kehadiran media online yang lebih praktis dan sifatnya selalu uptodate. Kemudahan untuk mendapatkan informasi dapat menjadi sebuah trigger bagi individu untuk mau merespon keadaan yang terjadi, hal tersebutlah yang menjadi ketertarikan peneliti untuk melakukan penelitian ini. Proses partisipasi tidak dapat dipisahkan dengan keberadaan informasi yang tersedia, karena bagaimana mungkin individu dapat berpartisipasi dalam proses membangun kota, jika individu tersebut tidak memiliki pengetahuan informasi terkait seluk beluk kota-nya. Berbagai permasalahan kota pasti muncul seiring perkembangan masyarakatnya, disinilah partisipasi masyarakat dibutuhkan untuk mencari solusi dari permasalahan kota yang sedang dihadapinya. Salah satu permasalahan kota yang menjadi fokus adalah pembangunan hotel. Di Kota Yogyakarta, tren pembangunan hotel menguat sejak dua tahun terakhir ini. Melalui penelitian ini, peneliti telah menemukan kaitan antara TIK sebagai media yang mewadahi aspirasi masyarakat terkait pembangunan hotel, serta bagaimana proses partisipasi yang mampu menghasilkan solusi atas masalah yang diakibatkan oleh pembangunan hotel tersebut. Selain hal tersebut peneliti juga telah menemukan faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi masyarakat Kota Yogyakarta melalui TIK, diharapkan penelitian dapat dijadikan sebagai pembelajaran dan acuan penelitian yang akan datang.
Cyberculture is a culture formed through online media. Information and communication technologies (ICTs) are the derivation of cyber culture, which is recently a hot issue and necessary to discuss. At present, ICTs have sufficiently quick development. At the international level, ICTs have been able to change the order of life, including in economic, social, and cultural aspects. Through ICTs, individual and public needs can be met faster. In Indonesia, especially Yogyakarta Municipality, ICTs develop fast. The peak is at the beginning of 2000’s indicated by the increasingly high number of internet cafes as online media with function as communication and information delivery media. The existence of information is increasingly easy to gain. The presence of newspapers and other offline media tends to be washed out because the presence of more practical and up-to-date online media. Facilitation for gaining information can be the trigger for individuals to respond anything occurred. This case attracted the researcher to conduct this study. Participatory process is unable to be separated from information available, because it is possible that individuals can participate in urban development if they do not have knowledge and information related to the intricacy of municipality. Many urban problems increase community development. Therefore, community participation should seek solutions for the urban problems recently encountered. One of the urban problems as a focus of this study is hotel development. In Yogyakarta Municipality, trend in the hotel development has increased since two years ago. Through this study, researcher found relationship between ICTs as the media for community aspirations related to hotel development, as well as how the participatory process can generate solutions for any problems resulted from hotel development. In addition, researcher also found factors affecting the community participation of Yogyakarta Municipality through ICTs. It can be expected that the results of the study can be made as the learning inputs and references for research in the future.
Kata Kunci : Budaya siber, TIK, Partisipasi Masyarakat , Permasalahan Pembangunan Hotel