Laporkan Masalah

KENYAMANAN TERMAL RUANG LUAR DI KORIDOR JALAN TUGU-KRATON KOTA YOGYAKARTA

ARDINA PUTRI RAHTAMA, M. Sani Roychansyah, ST., M.Eng., D.Eng.

2014 | Skripsi | PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA

Pengujian kenyamanan termal ruang luar Koridor Jalan Tugu-Kraton Kota Yogyakarta penting untuk dilakukan. Adanya pemanasan suhu udara perkotaan membuat kenyamanan termal di ruang luar menurun. Ruang luar merupakan tempat yang sering digunakan untuk melakukan interaksi sosial. Kenyamanan termal luar ruang dipengaruhi enclosure. Penelitian bertujuan mengukur tingkat kenyamanan termal dan mengidentifikasi faktor-faktornya. Selain itu, penelitian juga mengidentifikasi pengaruh enclosure terhadap kenyamanan termal ruang luar. Penelitian menggunakan metode deduktif campuran. Analisis kuantitatif digunakan untuk mengetahui kenyamanan termal. Analisis kualitatif untuk mengetahui pengaruh elemen-elemen enclosure terhadap kondisi iklim mikro koridor. Penelitian mengambil 256 responden yang sedang beraktifitas di Koridor Jalan Tugu-Kraton. Pengambilan data iklim mikro dan karakteristik responden dilakukan pada waktu bersamaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Koridor Jalan Tugu-Kraton tidak nyaman dengan nilai PET sebesar 37,96°C. Standar kenyamanan termal ruang luar Koridor Jalan Tugu-Kraton pada orang berumur 35 tahun dengan berat badan 57 kg dan tinggi badan 170 cm saat melakukan aktivitas sebesar 1,1 met dengan pakaian senilai 0,52 clo, suhu udara 31°C, suhu radiasi 39°C, radiasi matahari 51,11 W/m2, kelembaban udara 57,47%RH dan kecepatan angin 0,11 m/s. Orang muda lebih menyukai kondisi iklim yang lebih dingin daripada anak kecil dan orang tua. Kenyamanan termal di Koridor Jalan Tugu-Kraton sangat dipengaruhi oleh suhu udara, kelembaban udara, dan kecepatan angin. Ruang luar yang nyaman cenderung memiliki warna bangunan cerah, setback lebar, banyak pohon bertajuk lebar, lantai berpaving, street furniture banyak, dan sky view factor tertutup.

The research of outdoor thermal comfort in Tugu-Kraton Street Corridor Yogyakarta City is important to do. Urban heat island makes thermal comfort declined. Outdoor is a place often used carrying out social interaction. Outdoor thermal comfort is depended on its enclosure. Study has objectives to measure thermal comfort degree and identify its factors. In addition, study also identifies enclosure’s influence towards outdoor thermal comfort. Study uses a mixed deductive method. Quantitative analysis is used to measure thermal comfort. Qualitative analysis is used to relate enclosure’s influence to microclimate condition of the corridor. Study got 256 respondents who have been doing activity in Tugu-Kraton Street Corridor. Interpretation of microclimate data and respondent’s characteristic was done in the same time. The result of study indicates that Tugu-Kraton Street Corridor isn’t comfortable. It is indicated by PET value 37,96°C. PET value shows outdoor thermal comfort standard in Tugu-Kraton Street Corridor at person in the age of 35 years old, 57 kg in weight, and 170 cm in height when he/she is doing activity as big as 1,1 met with clothes 0,52 clo, air temperature 31°C, mean radiant temperature 39°C, solar radiation 51,11 W/m2, air humidity 57,47%RH and wind velocity 0,11 m/s. Youngster prefer colder microclimate than children and old people do. Thermal comfort in Tugu-Kraton Street Corridor is mostly influenced by air temperature, air humidity, and wind velocity. Comfortable outdoor tends to have bright colored buildings, wide setback, a lot of wide crown trees, paved floor, a lot of street furniture, and closed sky view factor.

Kata Kunci : kenyamanan termal ruang luar, koridor, faktor, enclosure


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.