Laporkan Masalah

ANALISIS BENTUK REAKSI TOKOH KICHI TERHADAP KECEMASAN DASAR DALAM CERPEN WARAWARETAKO KARYA YOKOMITSU RIICHI: PSIKOANALISIS HORNEY

ITA YULIANA, Drs. Deddy H. Oekon, M.Hum

2014 | Skripsi | SASTRA JEPANG

Cerpen ini mengisahkan tentang kehidupan seorang anak bernama Kichi. Kichi adalah seorang anak yang masa depannya selalu menjadi bahan perbicangan dan ejekan di antara anggota keluarganya. Ayahnya mengatur masa depannya, sedangkan ibunya sering membatasi kesempatannya untuk bermain-main. Karena sering diolok-olok, Kichi bermimpi sebuah wajah menakutkan yang tertawa seolah-olah sedang mengolok-oloknya. Sejak mimpinya itu Kichi memiliki perilaku yang aneh yaitu menyendiri di atas loteng membuat sebuah topeng. Cerpen tersebut dianalisis menggunakan pendekatan psikoanalisis milik Karen Horney. Karen menjelaskan bahwa anak-anak yang tidak mendapatkan kasih sayang secara cukup dapat memunculkan rasa kecemasan dasar yang kemudian memberikan peluang besar terhadap terbentuknya kebutuhan neurotik. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan tokoh Kichi dalam mengatasi kecemasan dasarnya serta menjelaskan peran pengalaman masa kanak-kanak Kichi dalam memunculkan perasaan cemas pada diri Kichi. Dari hasil penelitian ini diperoleh kesimpulan bahwa pengalaman traumatik Kichi semasa kanak-kanak memunculkan perasaan permusuhan dasar yang berkembang menjadi kecemasan dasar yang bersifat neurotik. Penelitian ini juga menunjukkan cara Kichi untuk mengatasi kecemasannya yaitu dengan menjauh dari orang lain berupa perilaku Kichi yang sering menyendiri di atas loteng rumahnya untuk membuat sebuah topeng. Kemudian kesimpulan akhir yang didapat ialah Kichi memiliki kepribadian yang neurotik. Kesalahan pola asuh menyebabkan anak dapat tumbuh menjadi pribadi yang tidak sehat, orang tua seharusnya bersikap tidak mengolok-olok kelemahan diri anak tapi mampu menghargai perasaan anak

The main character of Warawaretako story is Kichi. The story itself is telling about the life of a young boy named Kichi whose always become the mocking topic in his family about his future. His dad has full control about Kichi‟s future, and his mom rarely lets him play. Because he often got mocked, Kichi dreams about eerie face that laugh at him tauntly. Since that nightmare, Kichi started to have weird habitude. One of which is secluding himself in the attic while making mask. The type of analysis that used for this short story is using Psychoanalysis approach by Karen Horney. Karen explained that children who did not get enough affections while in their childhood will cause basic anxiety feeling. Basic anxiety feeling which could not be treated rightly and properly will have a big apportunity on building their neurotic‟s need. The purpose of this research is to explain Kichi‟s reaction to overcome his basic anxiety, and also to explain about Kichi‟s childhood experiences when his anxiety started. From this research, the conclusion is based on Kichi‟s traumatic experience during his childhood creates basic enmity feeling that grow becomes basic neurotically anxiety. This research also shows how Kichi overcomes his anxiety by making distance with other people as can be seen from his weird habitude by secluding himself in the attic to make mask. By all of that, it can be concluded that Kichi has neurotic personality. Mistekes in the nurturing pattern can cause kids to grow in an unhealthy personality, parents should not mock their kid‟s weaksness, but should be able to understand their kid‟s feeling.

Kata Kunci : kecemasan, neurotik, psikoanalisis


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.