Kalah Uang Menang Orang Judi dan Relasi Hubungan Patron-Klien di Kalangan Petani karet Kalimantan Barat
SOFYAN RUBIYANTO, Dr. Pujo Semedi H.Y, M.A.
2014 | Skripsi | ANTROPOLOGI BUDAYAJudi merupakan kegiatan yang bertentangan dengan norma agama, moralitas, kesusilaan maupun hukum Negara Republik Indonesia. Namun dalam realita yang terdapat di lapangan judi tetap saja dilakukan. Ketika berjudi mereka bersedia mengeluarkan uang yang jumlahnya tidak sedikit. Padahal dalam kehidupan sehari-hari mereka harus bekerja keras untuk menghasilkan uang. Penelitian ini dilakukan di Desa Kuala Rosan, Kecamatan Meliau, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat. Masyarakat Kuala Rosan merupakan kelompok masyarakat yang tinggal di daerah perkebunan karet. Dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Kuala Rosan bekerja sebagai petani karet. Dari kehidupan sosial ekonomi mereka terdapat relasi Patron-Klien. Relasi patron-klien ternyata sangat berpengaruh dalam kehidupan Masyarakat Kuala Rosan. Dari posisi tersebut lah yang membedakan mereka. Meskipun berbeda, sejatinya mereka saling membutuhkan. Perbedaan yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari nampaknya tidak berlaku ketika berjudi. Ketika berjudi mereka memiliki posisi yang sama yaitu sebagai pemain. Meskipun untuk berjudi harus mengeluarkan modal bukan menjadi persoalan. Ketika berjudi mereka memiliki membangun strategi mereka untuk mencapai maksud dan tujuan tertentu. Oleh sebab itu judi merupakan arena atau media yang digunakan untuk melestarikan hegemoni dan keberlangsungan hidup.
Gambling is illegal activity in Indonesia , whether compared to religion norms, morality, or formal law. But according the field, peoples practices that. When gambling, they have to spend much money, ironically they have to do a hard work to fulfill daily needs. This research did in Kuala Rosan, Meliau , Sanggau District, West Kalimantan. Kuala rosan society lived in rubber fields. To fulfill daily needs, Rosan society works as rubber farmers. From their daily activity they has Patron-Client realation among each other. Patron-Client as realtion, is very importat for them. Form that relation they could be differentiate eventough they depends each other. Differentiation in everyday life is not showed up in gambling activity. When gambling, they have same position, that is as a player’s. Eventough they need money to play with, it’s doesn’t matter. When gambling they have strategy to gain what they wants. So that, gambling could be seen as an arena’s where the hegemony practiced.
Kata Kunci : judi, patron-klien, hegemoni