Laporkan Masalah

ANALISIS GROSS MARGIN USAHA PETERNAKAN SAPI PERAH PADA BERBAGAI PANJANG CALVING INTERVAL

DANNY ADHI PRATOMO, Dr. Ir. Adiarto, M.Sc.

2014 | Skripsi | ILMU DAN INDUSTRI PETERNAKAN

Sebagian besar peternak sapi perah di Indonesia belum banyak memperhatikan tentang panjang calving interval. Calving interval akan mempengaruhi biaya dan pendapatan dalam usaha sapi perah. Penelitian dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui perbedaan gross margin yang diperoleh dalam usaha sapi perah berdasarkan panjang calving interval sapi perah yang berbeda. Penelitian ini dilakukan di PT.Naksatra Kejora, Rowoseneng, Temanggung, Jawa Tengah menggunakan 30 sapi Friesian Holstein periode laktasi pertama melalui metode purposive sampling. Sampel ternak yang terpilih dibagi menjadi tiga kelompok , yaitu kelompok 1 dengan calving interval 12-13 bulan, kelompok 2 dengan calving interval >13-14 bulan ,dan kelompok 3 dengan calving interval >14-15 bulan. Metode analisis yang digunakan adalah Gross margin. Hasil analisis gross margin yang diperoleh pada kelompok 1, kelompok 2 dan kelompok 3 berturut-turut adalah Rp.12.521.808,12 per ekor per tahun, Rp.11.737.402,01 per ekor per tahun dan Rp.10.258.385,76 per ekor per tahun. Penurunan gross margin pada setiap tambahan waktu calving interval selama satu bulan sebesar Rp.1.118.211,18 (10,19%) per tahun. Penurunan gross margin per lifetime production dari perubahan waktu calving interval selama satu bulan sebesar Rp.10.857.350,10 (6,42%). Kesimpulan yang diperoleh bahwa semakin panjang calving interval maka gross margin usaha sapi perah menurun. Panjang calving interval yang memilki gross margin yang tertinggi adalah 12 sampai 13 bulan (periode optimal). (Kata kunci : Sapi perah Friesian Holstein, Calving Interval, Gross Margin)

Most of small scale dairy farmers in Indonesia still have not paid attention on calving interval as the best parameter of their dairy business. The longer the calving interval would influence their cost of inputs, as well as revenue. This study was to evaluate the differences of gross margin from different performance of calving intervals at PT Naksatra Kejora Dairy Farm in Rowoseneng, Temanggung. 30 first lactation of Holstein Friesian cows were selected based on different calving intervals which they were devided into three groups, namely group 1, 2, and 3 for cows with different calving interval 12-13 months, >13-14 months, and >14-15 months respectively. The result of the study showed that gross margin per cow per year of animal in group 1, 2, and 3 were IDR 12,521,808, IDR 11,737,402.01, and IDR 10,258,385 respectively. It calculated that by one month longer of calving interval would decline gross margin per year at the amount of IDR 1,118,211.18 (10.19%) as well as decreasing IDR 10,857,350.10 (6,42%). There was decreased of gross margin per lifetime production (12 years ) as an effect of longer one month calving interval was IDR 10,857,350.10 (6.42%). It could be concluded that the longer the calving interval would reduce the gross margin income of dairy farm, with the best value has been found when calving interval was 12-13 months. (Key word : Holstein Friesian cows, calving interval, gross margin income)

Kata Kunci : Sapi perah Friesian Holstein, Calving Interval, Gross Margin, Holstein Friesian cows, calving interval, gross margin income


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.