APLIKASI PENGINDERAAN JAUH DAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS UNTUK EVALUASI TINGKAT KESESUAIAN HABITAT GAJAH SUMATERA DI TAMAN NASIONAL TESSO NILO
L. R. RISKA IIN O.N, Drs. Projo Danoedoro, M.Sc., Ph.D.
2014 | Skripsi | KARTOGRAFI DAN PENGINDRAAN JAUHSejak tahun 1931 gajah sumatera merupakan hewan yang dinyatakan hampir punah. Habitat alami gajah sumatera semakin mengalami kerusakan sehingga menyebabkan penurunan populasi gajah sumatera. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan teknologi penginderaan jauh (PJ) dan Sistem Informasi Geografis (SIG) dalam melakukan pemetaan tingkat kesesuaian habitat gajah sumatera dan mengevaluasi tingkat kesesuaian habitat gajah sumatera di Taman Nasional Tesso Nilo. Parameter kesesuaian habitat yang digunakan yaitu penutup lahan, kemiringan lereng, ketersediaan pangan, ketersediaan air, kerapatan tajuk, dan fragmentasi. Penginderaan Jauh dan Sistem Informasi Geografis dimanfaatkan dalam pembuatan peta-peta parameter dan pembuatan peta tingkat kesesuaian habitat gajah sumatera. Peta tingkat kesesuaian habitat gajah sumatera diperoleh dengan melakukan overlay terhadap peta-peta parameter. Berdasarkan peta tingkat kesesuaian habitat gajah sumatera tersebut dapat diketahui bahwa tingkat kesesuaian habitat gajah sumatera di Taman Nasional Tesso Nilo didominasi oleh kelas sesuai dengan luas ± 62.763,48 hektar, kelas cukup sesuai memiliki luas ±419,22 hektar, dan kelas tidak sesuai memiliki luas ± 14.437,71 hektar. Kata kunci : Gajah sumatera, habitat, penginderaan jauh, Sistem Informasi Geografis
Sumatran elephants was stated as endangered animal since 1931. Lost of natural habitat was frequently associated with the declining number of it. The aim of this research was to find out the technological capability of remote sensing and Geographic Information Systems (GIS) in conducting the mapping level and evaluating the degree of sumatran elephant habitat suitability at the Tesso Nilo National Park. Habitat suitability parameters used were land cover, slope, the availability of food, the availability of water, the density of canopy, and fragmentation. Remote sensing and Geographic Information Systems were utilized in the making of parameter maps and sumatran elephant habitat suitability levels map. Sumatran elephant habitat suitability levels map obtained by overlaying the parameters. Based on the level of habitat suitability map could be seen that Tesso Nilo National Park was dominated by ± 62.763,48 hectares of inhabitable land, ±419,22 hectares of quite inhabitable land and ± 14.437,71 hectares of uninhabitable land. Keywords : Sumatran elephant, habitat, remote sensing, Geographic Information Systems
Kata Kunci : Gajah sumatera, habitat, penginderaan jauh, Sistem Informasi Geografis, Sumatran elephant, habitat, remote sensing, Geographic Information Systems