ANALISIS PERPINDAHAN PANAS PADA PROSES PENGUKUSAN ADONAN KERUPUK RAMBAK MENGGUNAKAN MESIN PENGUKUS BERBAHAN BAKAR GAS
ISNAILLAILA PARAMASARI, Hanim Zuhrotul Amanah, STP, MP.
2014 | Skripsi | TEKNIK PERTANIANKerupuk rambak adalah makanan ringan yang sangat digemari oleh masyarakat Indonesia karena rasanya yang gurih dan teksturnya yang renyah. Proses pembuatan kerupuk rambak tersebut umumnya masih konvensional, begitu pula proses pemasakannya. Salah satu kesulitan yang dijumpai pengrajin kerupuk adalah proses pengukusan. Proses pengukusan dilakukan dengan peralatan yang tidak memenuhi standar yang memungkinkan terjadinya kontaminasi pada adonan yang sedang dikukus. Berpijak pada hal tersebut maka penelitian ini dibuat dalam bentuk rancang bangun alat pengukus adonan kerupuk berbahan bakar gas dimana secara mekanik dapat meningkatkan kapasitas selama proses pengukusan sehingga dapat mengurangi beban pekerjaan manusia, menghemat energi dan menghasilkan produk kerupuk yang dapat meningkatkan nilai jual produk. Adapun tujuan pada rancang alat pengukus adonan kerupuk ini adalah untuk menganalisis proses perpindahan panas dan energi yang dikonsumsi selama proses pengukusan menggunakan alat pengukus berbahan bakar elpiji. Pengujian alat pengukus adonan kerupuk dilakukan dengan 3 variasi kapasitas, kapasitas kecil 20 Kg, kapasitas sedang 40 Kg, dan kapasitas besar 80 Kg. Data yang diambil meliputi perubahan suhu ruangan, bahan, dan air, jumlah gas yang dikonsumsi, serta volume air yang diuapkan selama proses pengukusan. Proses pengukusan adonan kerupuk dianalisis menggunakan metode untuk menentukan besarnya nilai k dan h. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada Nilai efisiensi yang diperoleh berdasarkan Hukum Kesetimbangan Energi untuk masing-masing kapasitas 80 kg, 40 kg, dan 20 kg antara lain 51.07 %, 51.18%, dan 51.85%. Nilai efisiensi yang paling efisien adalah pada kapasitas 80 kg karena dapat memasak adonan kerupuk dengan kapasitas tertinggi. Nilai h bahan untuk kapasitas 20 kg dan 40 kg dan 80 kg adalah 68,02 W/m2oC, 52,15 W/m2oC, dan 42,28 W/m2oC. Nilai h untuk masing-masing kapasitas tidak ada perbedaan yang nyata di tiap rak. Pada rak atas dan tengah nilai h pada kapasitas 20 kg berbeda nyata dengan kapasitas 80 kg, namun pada rak bawah tidak ada perbedaan yang nyata untuk nilai h pada masingmasing kapasitas. Kata kunci : Kerupuk rambak, laju pengukusan, perpindahan panas, konsumsi energi, lumped capacitance
Rambak cracker is one of the favorite snack food of Indonesian people because it has good taste and crunch texture. The process of making the rinds are still largely conventional, as well as the process of steaming. Steaming process is done with equipment that does not meet the standards that allow contamination of the dough being steamed. Based on this research it was made in the form design tool of steamer with LPG-Gas fired during of the crackers dough processing which can mechanically increase the capacity for steaming process so as to reduce the human workload, conserve the energy and increase the income. The purpose of the design tool steamer during to cracker dough processing is to analyze the heat transfer process and the energy consumed during the steaming process using liquefied petroleum gas-fueled appliance steamer. Testing tool of steamer with crackers dough processing was made with 3 variations of capacity, small of 20 Kg, middle of 40 Kg , and large of 80 Kg. The data that was taken was include the changes in room temperature, materials, and water, the amount of gas consumed, as well as the volume of water that evaporated during the steaming process. The process of the crackers dough steaming was analyzed with Lumped capacitance method to obtain heat transfers rate. The model was then used to analyze the value of k and h. The results showed that the efficiency obtained by the Law of Energy Balance for each of a capacity of 80 kg, 40 kg, and 20 kg is 51.07 %, 51.18%, and 51.85%. The most efficient value of efficiency is the capacity of 80 kg because it can cook the dough crackers with the highest capacity. The h value for a capacity of 20 kg and 40 kg and 80 kg is 68.02 W/m2oC, W/m2oC 52.15, and 42.28 W/m2oC. The h value for each of a capacity has no significant difference in each rack. On the top shelf and middle value of h at a capacity of 20 kg was significantly different with a capacity of 80 kg, but on the bottom shelf there is no real difference to the value of h in each capacity. Key word : rambak crackers, steaming rate, heat trnasfer, energy consumption, lumped capacitance.
Kata Kunci : Kerupuk rambak, laju pengukusan, perpindahan panas, konsumsi energi, lumped capacitance, rambak crackers, steaming rate, heat trnasfer, energy consumption, lumped capacitance