PEMETAAN ZONA KERENTANAN GERAKAN MASSA DI DESA PLOSOREJO DAN DESA GEMPOLAN KECAMATAN KERJO, KABUPATEN KARANGANYAR, PROVINSI JAWA TENGAH
DINA GUSTANTIKA, Dr. Wahyu Wilopo, S.T., M.Eng
2014 | Skripsi | TEKNIK GEOLOGIPemetaan gerakan massa di Desa Plosorejo dan Desa Gempolan Kecamatan Kerjo, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah dilakukan karena diketahui daerah ini sering terjadi gerakan massa. Metode yang dipakai adalah metode pemetaan secara langsung, yaitu pemetaan gerakan massa dengan cara pengamatan langsung di lapangan, dengan kriteria penetuan zonakerentanan gerakan massa berdasarkan kondisi di lapangan. Dari hasil pengamatan langsung di lapangan, diketahui bahwa terjadinya gerakan massa di daerah penelitian memiliki beberapa faktor dominan pengontrol seperti besar kemiringan lereng, pengaruh kondisi geologi, ketebalan tanah, dan pemanfaatan tata gunalahan yang kurang baik serta faktor pemicu ialah hujan dengan intensitas tinggi. Hasil dari pemetaan gerakan massa di daerah penelitian adalah Peta Kerentanan Gerakan Massa yang didalamnya terdapat 4 pembagian zona kerentanan terhadap gerakan massa, yaitu kerentanan gerakan massa rendah, kerentanan gerakan massa sedang, kerentanan gerakan massa tinggi, dan kerentanan gerakan massasangat tinggi. Dari hasil penelitian, diketahui bahwa zona kerentanan tinggidan sangat tinggi memiliki kejadian gerakan massa paling banyak, sehingga rekomendasi pengembangan wilayah pada zona ini adalah yang bersifat sementara seperti sawah, hutan, dan ladang. Untuk zona kerentanan rendah dan sedang dapat direkomendasikan untuk pengembangan wilayah yang bersifat permanen seperti pemukiman, tempat ibadah, dan sekolah.
Mass movement mapping in Plosorejo and Gempolan village, sub-distric of Kerjo, Karanganyar, Central Java because these area is known frequent of mass movement. The mapping method used direct mapping method, which is mapping the mass movement by observation in the field, with determination criteria of mass movement susceptibility based on realcondition in the field. From the results of direct observation in the field, it is known that the occurance of mass movement in the study area has several dominant control factors such as the degree of slope, the influence of geological condition, soil thickness, also bad condition of land use development and the trigger factor is rainfall intensity was high. The results of mass movement susceptibility mapping in the study area is Mass Movement Susceptibility Map in which there are 4 zone of mass movement susceptibility, those are low of mass movement susceptibility, medium of mass movement susceptibility, high of mass movement susceptibility, and very high of mass movement susceptibility. From the research, it is known that the high and very high zones of mass movement susceptibility had most of the mass movement’s occurances, so the development area recommendation only for temporary area such as rice fields, forests, and gardens. To low and medium zones of mass movement susceptibility can be recommended for permanent area such as residential areas, placesof worship, and schools.
Kata Kunci : gerakan massa, pemetaan kerentanangerakan massa, peta kerentanan gerakan massa