Penataan Informasi dalam Wacana Bahasa Prancis dan Bahasa Indonesia
EKI MELINA WIDANTI, Drs. Subiyantoro, M.Hum.
2014 | Skripsi | SASTRA PERANCISPenerjemahan adalah pengalihan pesan teks bahasa sumber ke dalam teks bahasa sasaran. Pengalihan pesan ini dipengaruhi oleh budaya bahasa sumber dan bahasa sasaran -dimana sebagai bagian dari budaya, bahasa, mempengaruhi pikiran penutur bahasa. Pola pikiran penutur inilah yang menjadi hal yang menarik untuk dipelajari. Dalam hal ini, teks sastra Prancis (sebagai bahasa sumber atau BSu) dan teks sastra terjemahan Indonesia (sebagai bahasa sasaran, BSa), dapat menjadi contoh objek untuk meneliti perbedaan pola pikir antara orang Prancis dengan orang Indonesia. Penelitian pola pikir ini mengungkap perbedaan yang ditemukan melalui analisis penataan informasi dalam wacana dari kedua bahasa, dan hubungannya dengan wacana, pelataran menjadi hal yang penting. Pada klasifikasinya, penataan informasi meliputi status informasi (informasi lama dan informasi baru) dan urgensi informasi (informasi penting dan kurang penting). Akhirnya, hasil analisis pola pikir ini menunjukkan tidak hanya perbedaan, namun juga persamaan dari kedua bahasa dalam pola status informasi serta urgensi informasi pada pola kalimat tertentu, sekaligus menganalisis pelatarannya. Dengan memperhatikan pelataran dan lebih berfokus pada perbedaannya, ditemukan bahwa bahasa Prancis menggunakan strategi kala, sementara bahasa Indonesia menggunakan diatesis. Kata kunci: penerjemahan, pola pikir, penataan informasi, status informasi, urgensi informasi, pelataran
Translation is the transfer of message from the source language into the target language. This transfer process is influenced by the culture of the source language and the target language, where the language, as part of the culture, influences the mindset of its speakers. The mindset is an interesting case to study. The French literary texts (as a source language) and Indonesian translation of literary texts (as a target language) can be the object sample of analyzing the different mindset of French and Indonesian. This mindset study reveals the differences found through the analysis of the structure of information in discourse of both languages, and it is found that the background is an important matter on the discourse. Based on the classification, structure of information includes status information (old information and new information) and urgency of information (information important and less important). In the end, the analysis not only shows that there are differences, but also similarities from both languages, patterns of status information and also urgency of information from a certain patterns of sentence, as well as in the analysis of grounding. By noticing the grounding and focusing more on the differences, it is found that France uses tenses strategy, whereas Indonesian language uses diathesis. Keywords: translation, mindset, structure of information, status information, urgency information, grounding
Kata Kunci : penerjemahan, pola pikir, penataan informasi, status informasi, urgensi informasi, pelataran