Laporkan Masalah

DIPLOMAT AWAL REPUBLIK INDONESIA 1945-1949: ANTARA SIPIL DAN MILITER

ASWANDI, Julianto Ibrahim S.S, M.Hum

2014 | Skripsi | ILMU SEJARAH

Proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 1945 akhirnya membawa dampak yang besar di dalam tubuh RI. Kalahnya Jepang kepada sekutu diikuti oleh masuknya tentara sekutu NICA Belanda. Gesekan demi Gesekan antara pihak RI dan Sekutu tidak teralakan lagi dan berujung pertempuran. Tuduhan sekutu terhadap pemerintah RI sebagai bentukan Jepang, dibantah oleh diangkatnya Sjahrir sebagai perdana menteri RI yang baru. Jalur diplomasi Sjahrir di dalam berhadapan dengan sekutu dan Belanda dipertegas dengan pembentukan delegasi RI dalam setiap perundingan. Akibat kebijakan ini Republik Indonesia sangat membutuhkan diplomat-diplomat handal di dalam meja perundingan. Munculnya nama-nama seperti Soetan Sjahrir, Agus Salim, Mohammad Roem yang berlatar belakang sipil dilengkapi dengan masuknya T.B. Simatupang, seorang anggota militer (BKR) berpangkat Kolonel. Perundingan antara RI dan Belanda yang sering kali gagal dan merugikan pihak Republik. Seringnya Belanda melanggar perjanjian yang diikuti aksi militernya memaksa RI mencari dukungan ke negara-negara sahabat, melalui para diplomat awalnya. Dukungan terhadap RI akhirnya datang dari Australia, India, Mesir, Libanon, Suriah, Irak, Saudi Arabia, dan Yaman. Tindakan agresif Belanda ditutup dengan aksi militer dan penangkapan para pemimpin RI untuk diasingkan Ke Bangka. Kecaman yang diterima Belanda dari berbagai negara memaksa Belanda menyerah dan berunding kembali. Akhirnya Belanda menyerah untuk menguasai kembali Indonesia dan menyerahkan kedaulatan secara penuh kepada RI pada 27 Desember 1949.

The Proclamation of Indonesian Republic on August 17 1945, has brought a great impact to the body of the republic. The defeat of Japanese from the allied arms and the coming of NICA’s Netherland to Indonesian region gave an enormous problems to the republic. The Netherland accusation toward Indonesian government as a creation from Japanese has brought Sjahrir to the position of Prime Minister. Due this position and condition, Sjahrir decided to create republic delegations for facing many obstacle, especially for handling negotiaton between another country. Because of this policy, the republic needs a great diplomats for facing negotiatons. The emergence of early diplomats such as Sjahrir, Agus Salim, Muhammad Roem from civilian side and T.B. Simatupang from military side, has begun to defends the republic with diplomation ways. The diplomation between Indonesia and Netherland has often failed and gave some disadvantages to Indonesia. During this period, Indonesian diplomats also asked some helps from the others country because of the netherland offense militarily and didn’t consisten to the dealt. The helps for RI was come from the others country such as Australia, Egypt, India, Lebanon, Siria, Iraq, Saudi Arabia, and Yamen. One of great impact from the diplomations ways was happened in December 27 1949, when the Ducth gave Indonesian region to the Republic Of Indonesia.

Kata Kunci : Diplomasi, Revolusi, Diplomat Sipil. Diplomat Militer


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.