POLITIK PERDAGANGAN PEREMPUAN SEBAGAI KOMODITAS SEKS (Studi Kasus: Gang Sadar, Purwokerto)
ERLINA DWI NOFITASARI, AAGN Ari Dwipayana S.Ip, M.Si.
2014 | Skripsi | ILMU PEMERINTAHAN (POLITIK DAN PEMERINTAHAN)Perempuan merupakan sebuah sosok makhluk ciptaan Tuhan yang tidak pernah absen dari berbagai macam rongrongan kehidupan. Mulai dari masalah bias gender hingga pada masalah perdagangan perempuan yang mengacu pada tindak pelacuran. Hingga menjadikan perempuan berada dalam fenomena lingkaran setan yang sulit ditembus. Fenomena perempuan pelacur adalah fenomena yang unik untuk selalu dikaji oleh peneliti. Fenomena pelacuran yang menjadi masalah sosial terus berkembang pesat hingga terjadi di daerah Purwokerto. Namun tindakan pelacuran dan pelakunya selalu tidak dapat diterima dikalangan masyarakat dan terus menjadi momok bagi struktur dan sistem sosial masyarakat. Dibalik fenomenanya yang mendapatkan respon pro dan kontra dari masyarakat, kegiatan pelacuran di Gang Sadar mempunyai suatu pola perilaku yang menarik pada aktornya yang mempunyai sistem saling ketergantungan dan terorganisir yang tidak dapat diputuskan satu sama lain. Melalui isu menarik tersebut, membuat penulis tergelitik untuk mengkajinya secara lebih mendalam terkait dengan politik perdagangan perempuan sebagai komoditas seks di Gang Sadar Purwokerto. Studi penelitian ini merupakan studi penelitian lanjutan dari penelitian yang sudah pernah dilakukan sebelumnya. Studi penelitian ini akan memfokuskan pada pengkajian perdagangan perempuan yang berkaitan dengan kekuasaan dan sistem ketergantungan dari aktor yang terlibat. Dinamika kegiatan pelacuran di Gang Sadar akan dikaji melalui kacamata politik perdagangan perempuan yang justru menempatkan perempuan sebagai korban yang selalu dalam posisi tersalahkan menjadikan terjadi suatu politik abuabu yang samar untuk ditembus. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode kualitatif dengan fokus politik perdagangan perempuan sebagai komoditas seks. Pada analisis data dan pemaparannya, penulis akan menggunakan tekhnik wawancara, observasi langsung, dan studi pustaka dalam menggali kebenaran data. Seluruh bagian dari pernyataan langsung oleh narasumber baik oleh pelacur, germo, dan calo merupakan hasil dari penelitian yang dilakukan secara tatap muka dengan narasumber. Hasil analisa studi membuktikan bahwasannya perempuan merupakan seorang korban dari adanya tindak eksploitasi, namun keberadaannya sebagai korban sangat sulit disadari terkait eksistensinya dalam peran utama menjadi pelacur. Kegiatan pelacuran di Gang Sadar sangat terorganisir dan terdiri dari banyak aktor yang saling berelasi. Pelacur desa dengan segala keterbatasan ekonomi, keterampilan, dan pendidikan akan dimanfaatkan para calo untuk direkrut menjadi pelacur dan diserahkan kepada germo di Gang Sadar. Germo dan calo ini bekerja sama demi mendapat keuntungan yang dituju masing-masing. Setelah di tangan germo, nantinya akan masuk dipendataan paguyuban yang selanjutnya aktif dipekerjakan sebagai pelacur. Kegiatan ini juga melibatkan wewenang dari aktor tentara, polisi, preman, dan pengurus paguyuban yang mengatur kegiatan pelacuran sekaligus menjadi pelindung Gang Sadar.
-
Kata Kunci : -