PENGARUH VARIASI HOLDING TIME ANNEALING DAN BEDA TEBAL PELAT TERHADAP SIFAT MEKANIK DAN STRUKTUR MIKRO PADA BAJA SS 400 DI PT. INKA MADIUN
ADNAN SANDY DWI MARTA, Ir. Mudjijana, M.Eng.
2014 | Skripsi | TEKNIK MESINBaja SS 400 merupakan material untuk pembuatan kerangka kereta api. Di teknologi industri masa kini, menuntut perusahaan-perusahan untuk bekerja efesien didalam pemakaian mesin yang berhubungan dengan bahan bakar fosil yang digunakan oleh PT.INKA. Tujuan dari penelitian ini untuk mempelajari pengaruh perlakuan annealing dengan variasi waktu penahanan (holding time) dan beda tebal plat terhadap sifat mekanik dan struktur mikro pada baja SS 400. Penelitian ini merupakan langka awal untuk penelitian dengan aspek yang lebih besar. Baja SS 400 dengan paduan rendah dengan kadar karbon 0,165 % dan 0,167 % dibuat di PT. Krakatau Steel. Proses annealing diawali dengan cara memanaskan baja SS 400 dalam dapur pemanas hingga suhu 650°C dengan variasi holding time 80 menit, 100 menit dan 120 menit, selanjutnya ditahan sesuai waktu yang diinginkan. Kemudian suhu diturunkan secara perlahan di dapur pemanas dengan kecepatan 5°C/menit sampai suhu mencapai 400°C dan mesin pemanas dipadamkan. Pengujian yang dilakukan meliputi pengamatan struktur mikro, uji tarik, uji impak dan uji kekerasan. . Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses annealing dengan variasi holding time dapat menurunkan kekuatan tarik, meningkatkan energi serap dan menurunkan kekerasan. Semakin lama penahan waktu/holding time maka kuat tarik menurun, energi patah meningkat dan kekerasan menurun. Hasil pengujian struktur mikro menunjukan bahwa daerah las memiliki ukuran butir ferit kasar, runcing dan tidak sempurna dibanding yang lainnya. Semakin lama penahan waktu/holding time maka semakin besar dan tertata ukuran butirannya.
-
Kata Kunci : baja SS 400, annealing, holding time, sifat mekanik, struktur mikro