Laporkan Masalah

Metaphors in Abraham Lincoln’s Speeches on the National Unity, Slavery and the Equality of Men

DEWINTA MENTARI, Mr. Thomas Joko Priyo Sembodo, S.S., M.A.

2014 | Skripsi | SASTRA INGGRIS

Dibalut kejeniusan serta keahlian, orasi-orasi Abraham Lincoln begitu termasyur diseluruh dunia sepanjang sejarah. Orasi-orasinya terkenal dengan ketajaman logika, kejelasan bahasa serta penggunaan ekspresi-ekspresi kiasan. Sehubungan dengan hal tersebut, penelitian ini mencoba untuk menggali ungkapan kiasan dalam bentuk metafor. Lima orasi terkenal milik Lincoln pada periode menjelang dan selama masa pemerintahannya menjadi bahan dalam penelitian ini. Metafora-metafora yang ditemukan didalam kelima orasi tersebut kemudian diinterpretasi guna mengungkap maksud Lincoln dan nilai-nilai moralnya yang sebenarnya. Penelitian ini berdiri dengan tujuan untuk menginterpretasi dan mengapresiasi ekspresi-ekpresi metafora milik Lincoln menggunakan teori milik Andrew Goatly (1997). Teori tersebut menilik metafora dari tiga sudut pandang: (1) vehicle yang mana merupakan metafora itu sendiri atau simbol yang merepresentasikan makna sebenarnya; (2) tenor ialah makna sebenarnya yang disampaikan oleh si pembicara, dan (3) ground atau kesamaan karakteristik antara simbol dan arti sebenarnya. Angka yang cukup banyak mencuat. Penelitian ini menemukan 25 metafora dalam kelima orasi milik Lincoln. Ia banyak membawa isu mengenai kesatuan negara. Disintegrasi dan perpecahan diantara negara-negara bagian ia lihat sebagai suatu polemik yang mengakar sementara ia sendiri berpendapat bahwa Negara tidak bisa bertahan sepenuhnya jika itu terbagi menjadi setengah negara budak dan setengah lagi negara bebas. Lincoln memposisikan metafora-metaforanya sebagai senjata untuk perang yang mana ia gunakan sebagai sindiran-sindiran keras terhadap berbagai tokoh. Espresi-ekspresi metaforanya juga berperan sebagai gambaran mengenai kebenciannya terhadap perbudakan di negaranya.

Compiled with intelligence and brilliance, Abraham Lincoln’s speeches are remarkable for the entire world over the history. The speeches are renowned by its logic, clarity and also the use figurative expressions. In regard to this matter, the research tries to discover the figurative languages in the form of metaphors. Five remarkable speeches near and during Lincoln’s presidency are examined in this research. The metaphors found in these speeches are interpreted to reveal Lincoln’s original intention and moral values. The research is to interpret and appreciate Lincoln’s metaphor expressions through Andrew Goatly’s theory (1997). The theory views a metaphor from a 3 (three) stages: (1) the vehicle is the metaphor itself, the symbols for certain meanings; (2) the tenor is the actual intention that the speaker would like to deliver; and (3) the ground is the similar characteristics between the symbol and the actual intention. A big number of metaphors emerged. The research finds at least 25 metaphors in Lincoln’s five speeches. Lincoln mostly brought the issue of the national unity as he viewed the disintegrity amongst the states with disgrace as he believed that the Nation could not endure half-slave and half-free, in respect to the different ideology on slavery expansion. Lincoln positioned his metaphors as his arm for war to satirize a number of certain figures. The metaphors were also performed as his drawing of hatred toward slavery in the country.

Kata Kunci : Abraham Lincoln, metafor, perbudakan, Perang Sipil Amerika.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.