KEHIDUPAN MAHASISWA UNIVERSITAS GADJAH MADA DI LINGKUNGAN KERATON YOGYAKARTA 1949-1970-an
ARIF BINTORO, Dr. Mutiah Amini, M.Hum.
2014 | Skripsi | ILMU SEJARAHFokus utama tulisan ini mengenai kehidupan sosial mahasiswa Universitas Gadjah Mada di lingkungan Keraton Yogyakarta pada tahun 1949-1970-an. Pada awal berdirinya, Universitas Gadjah Mada tidak mempunyai gedung-gedung untuk perkuliahan. Atas ijin dari Sultan HB IX, Universitas Gadjah Mada diperbolehkan untuk menggunakan beberapa tempat di lingkungan Keraton Yogyakarta. Universitas Gadjah Mada yang dilahirkan selama Revolusi Fisik menjadi simbol perjuangan bangsa Indonesia. Keterbatasan sarana dan prasarana tidak menyurutkan niat para mahasiswa untuk tetap menuntut ilmu Di Universitas Gadjah Mada. Keterbatasan tidak hanya dirasakan dalam kegiatan perkuliahan, dalam kehidupan sehari-hari mahasiswa pun berlangsung dalam kondisi yang serba terbatas. Penulisan ini menggunakan metode penulisan sejarah dengan pemanfaatan sumber-sumber primer maupun sekunder. Pemanfaatan sumber lisan dalam tulisan ini juga sangat relevan untuk menggali informasi yang tidak dapat ditemukan pada sumber-sumber tekstual. Secara historiografis penelitian ini diharapkan mampu menyumbangkan referensi mengenai kehidupan mahasiswa Universitas Gadjah Mada. Keberadaan Universitas Gadjah Mada dan para mahasiswanya yang bermukim di lingkungan Keraton Yogyakarta menimbulkan interaksi dengan masyarakat sekitar. Terjadi sebuah hubungan timbal balik yang saling meguntungkan diantara kedua belah pihak. Interaksi tersebut memberikan dampak langsung maupun tidak langsung bagi masyarakat sekitarnya
This study focus on the students life of Gadjah Mada University in Keraton neighborhood of Yogyakarta 1949-1970s. In the early establishment, Gadjah Mada University owned no adequate lecture buildings. Of the Sultan Hamengku Buwono IX official permit, Gadjah Mada University got permission to using some places in the Keraton neighborhood of Yogyakarta. Gadjah Mada University was born during Revolution Physic and it’s became Indonesian struggle symbol. The limits of facilities to study did not put intention down for the scholars studying in Gadjah Mada University. It’s not just feels in studying activities, but its also in students life are became in the limits of condition. This process of writing committed by using historical methods with application from both primary or secondary sources. Oral history generates alternative ways to explore more relevant information when textual sources are inaccessible. In the sense of historiography, this research is intended to contribute relevant reference regarding to students life of Gadjah Mada University. Gadjah Mada University and scholars who lived around Keraton Yogyakarta caused interrelation with the close people. It brings about mutual relationship within both sides, directly, and indirectly.
Kata Kunci : Kehidupan Mahasiswa, Universitas Gadjah Mada, Keraton Yogyakarta.