Laporkan Masalah

ANALISIS KETEPATAN KEPESERTAAN PROGRAM JAMINAN KESEHATAN DAERAH DI KABUPATEN DHARMASRAYA

Jhoni Hendri. M, Dr. drg. Julita Hendrartini, M.Kes.

2014 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar belakang: Pelaksanaan pelayanan kesehatan Program Jamkesda Kabupaten Dharmasraya dilaksanakan berdasarkan Perjanjian Kerja Sama antara Dinas Kesehatan Kabupaten Dharmasraya dengan PT. Askes (Persero) Cabang Solok dimulai dari tahun 2008 sampai sekarang. Kepesertaan program Jamkesda Kabupaten Dharmasraya meningkat secara signifikan, pada tahun 2012 mencapai 347,9% dibandingkan dengan tahun 2011 oleh karena itu perlu di analisis ketepatan kepersertaannya, apakah peserta dari Program Jamkesda di Kabupaten Dharmasraya telah tepat sasaran, dimana sasaran adalah masyarakat miskin yang sesuai dengan kriteria BPS. Tujuan: Mengetahui gambaran dan menganalisis ketepatan kepesertaan pelaksanaan Program Jaminan Kesehatan Daerah di Kabupaten Dharmasraya dengan mengidentifikasi penentuan jumlah kepesertaan, kriteria, dan mekanisme pelaksanaan Program Jamkesda Kabupaten Dharmasraya. Metode: Jenis penelitian ini merupakan studi kasus dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif atau mixed method memakai rancangan eksplanatoris sekuensial. Rancangan ini diterapkan dengan pengumpulan dan analisis data kuantitatif pada tahap pertama yang diikuti oleh pengumpulan dan analisis data kualitatif pada tahap kedua yang dibangun berdasarkan hasil awal kuantitatif. Proses rancangan ini terjadi ketika hasil awal kuantitatif menginformasikan proses pengumpulan data kualitatif. Kedua data jenis data ini terpisah namun tetap berhubungan. Hasil: Program Jamkesda dikabupaten Dharmasraya tidak tepat sasaran karena hanya sebagian kecil 40,2% yang termasuk keluarga miskin sedangkan 59,8% responden termasuk kategori tidak miskin. Penentuan jumlah sasaran program Jamkesda hanya berdasarkan dana yang ada, tidak bersumber kepada data kemiskinan, sehingga peningkatan kepesertaan akan berjalan terus selama ada peningkatan dana. Pemerintah Kabupaten Dharmasraya belum menetapkan kriteria kemiskinan yang disesuaikan kondisi daerah, sehingga perangkat wali nagari yang melaksanakan pendataan kemiskinan hanya berdasarkan pendapat masing- masing. Mekanisme pendataan sudah di mulai dari tingkat bawah namun karena kriteria belum jelas menyebabkan banyak masyarakat yang mampu menjadi peserta program Jamkesda di Kabupaten Dharmasraya. Kesimpulan: kepesertaa Program Jamkesda di Kabupaten Dharmasraya tidak tepat sasaran. Penentuan jumlah Quata kepesertaan hanya berdasarkan besaran anggaran yang tersedia. Belum adanya penetapan kriteria peserta Jamkesda. Belum adanya koordinasi yang baik dalam mekanisme pendataan peserta Jamkesda. Kata Kunci: Analisis Kepesertaan, kebijakan, kriteria kemiskinan, mekanisme pendataan, Jamkesda, Kabupaten Dharmasraya.

Background: The implementation of health care Jamkesda Program in Dharmasraya District implemented by the cooperation agreement between the Department of Health Dharmasraya District with PT. Askes (Persero) Branch Solok starting from 2008. Jamkesda program participation Dharmasraya District is increased significantly, in 2012 achieve 347.9% as compared to 2011 therefore it is necessary on analysis of the accuracy of membership, whether participants Jamkesda Program in Dharmasraya District has been right on target, where the target is the poor people who accordance with the criteria of BPS. Objective: Knowing description and analyze the accuracy of participation the implementation of Regional Health Insurance Program in Dharmasraya District to identify the determination of the amount of participation, criteria for participants and implementation mechanisms Jamkesda Program in Dharmasraya District. Metode: This type of research is a case study with quantitative and qualitative approaches or mixed method wearing The sequential explanatory design. This design is applied to the collection and analysis of quantitative data in the first stage followed by collection and analysis of qualitative data in the second phase builds upon the preliminary results of quantitative. The design process occurs when the initial quantitative results inform qualitative data collection process. Both of these data types of data separately but keep in touch. Results: Jamkesda program in Dharmasraya District is not on target because only a small proportion of 40.2% which include poor families, while 59.8% of respondents categorized as non-poor. Determination of the number of target Jamkesda Program is only based on existing funds, not sourced to the poverty data, thus increasing of participation will continue for an increase in funding. Dharmasraya District government has not set a poverty criteria customized area condition, so that the wali nagari that implement poverty data collection only based on each other's ideas. Data collection mechanism already in from the ground level but due to unclear criteria led to a lot of community are able to become participants Jamkesda Program in Dharmasraya District. Conclusions: Jamkesda Program in Dharmasraya district of participation misses the point. Determination of the number of membership Quata only by the amount of available budget. The absence of criteria for participants Jamkesda. Lack of good coordination in data collection mechanism Jamkesda participants. Keywords: Analysis of Membership, policy, poverty criteria, the data collection mechanisms, Jamkesda, Dharmasraya District.

Kata Kunci : Analisis Kepesertaan, kebijakan, kriteria kemiskinan, mekanisme pendataan, Jamkesda, Kabupaten Dharmasraya.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.