Laporkan Masalah

PERAN PEMERINTAH DALAM PEMANFAATAN E-COMMERCE OLEH UMKM INDUSTRI KERAJINAN PERAK KOTAGEDE

RESDIANA NOVY HERDIANTI, Dr. Gabriel Lele

2014 | Skripsi | ILMU ADMINISTRASI NEGARA (MANAJEMEN DAN KEBIJAKAN PUBLIK)

Kotagede terkenal sebagai sentra kerajinan perak yang pada awalnya untuk memenuhi kebutuhan Keraton sejak Kerajaan Mataram. Hal ini membawa Kotagede menjadi sentra industri kerajinan perak pertama di Indonesia yang memiliki nilai/unsur seni dan budaya tinggi khas Yogyakarta dan menduduki masa jayanya pada tahun 1970-1980-an. Namun, kini eksistensi industri kerajinan perak Kotagede kian hari semakin menurun yang disebabkan oleh banyak faktor yakni: meningkatnya persaingan dari daerah lain yang sadar akan peluang industri ini yang banyak diminati, krisis moneter yang berdampak pada melambun hargnya harga bahan baku perak, menurunnya stabilitas dan keamanan di Indonesia dimulai dari tragedi Bom Bali dan juga gempa Bantul yang menyebabkan menurunnya jumlah wisatawan khususnya wisatawan mancanegara yang berkunjung ke sentra perak Kotagede, dan naiknya harga bahan bakar minyak (BBM). E-commerce sebagai salah satu wujud perkembangan IT yang memungkinkan para pelaku UMKM mengembangkan usahanya secara efektif. Tetapi, kendala belum terpenuhinya kapasitas sumber daya manusia (SDM) khususnya di bidang IT menjadi hambatan sehingga tidak semua pengusaha perak mampu memanfaatkan e-commerce sebagai salah satu strategi untuk pengembangan bisnisnya. Menanggapi masalah tersebut, maka penting adanya peran pemerintah sebagai facilitator, regulator dan educator dalam mendorong pemanfaatan e-commerce bagi pelaku UMKM industri kerajinan perak Kotagede agar mereka mampu mengembangkan jaringan bisnisnya melalui peningkatan penguasaan dan pengaplikasian teknologi. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk melihat peran yang dilakukan Pemerintah dalam mendorong pemanfaatan e-commerce bagi pengembangan UMKM industri perak di Kotagede. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif untuk memberikan gambaran detail mengenai suatu fenomena. Wawancara mendalam, observasi, dokumentasi, dan studi pustaka digunakan sebagai cara untuk mengumpulkan data. Data kemudian dianalisis untuk selanjutnya mampu menghasilkan kesimpulan dari data yang ada dilapangan berdasarkan teori yang telah dirumuskan. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa hampir setengah dari pengusaha perak di Kotagede atau sebesar 57,5% masih belum memanfaatkan ecommerce untuk membantu pengembangan usahanya melalui perluasan jaringan bisnis karena pelaku UMKM industri perak Kotagede yang belum memanfaatkan e-commerce didorong oleh faktor kurangnya SDM terampil yang dapat memanfaatkan e-commerce, masih belum terbukanya SDM akan teknologi baru, khawatir akan ketatnya persaingan dan resiko perdagangan secara online. Sehingga urgensi peran pemerintah sebagai facilitator, regulator, dan educator dalam pemanfaatan e-commerce masih sangat penting bagi UMKM kerajinan perak Kotagede yang belum memanfaatkan e-commerce.

Kotagede has been well-known as a silver center initially to fulfill the palace’s needs since Mataram Kingdom. It brings Kotagede became the first center of silver industry in Indonesia containing values of art and culture of Yogyakarta and occupied its heyday in 1970-1980’s. However, the exsistance of silver industry in Kotagede is getting increasingly declining lately caused by some factors affecting it, they are as follows: the increase of other areas which aware of the opportunities of silver industry are much demanded, monitary crises which impact on soaring the raw material prices of silver, the decrease of stabilitiy and security in Indonesia caused by bombing tragedies in Bali and an earthquake in Bantul which led to decreasing of a number of tourists especially foreign tourists visiting this silver center in Kotagede, and the increase of fuel oil prices which has just happened lately. E-commerce as one of technology information (TI) development which might SMEs effectively develop their business. However, the lack of human resource capacity in TI field becomes the obstacle in the utilization of e-commerce that not all SMEs are able to utilize e-commerce as one of business development strategies. To respond those issues, it is important to put the role of governments as facilitators, regulators, and educators in encouraging the use of e-commerce for SMEs of silver industry in Kotagede that they are able to develop their business network through the enhancing of mastery and application of technology. The purpose of this study is to find roles undertaken by the governments in encouraging the utilization of e-commerce for SME development of silver industry in Kotagede. The research method used in this research is descriptive-qualitative method to provide a detailed description about a phenomenon. In-dept interviews, observation, documentation, and literature were used as the technique of collecting data. Furthermore, the data were analysized to generate the conclusion from the existing data which are observed based on the theories having been established. The result of this study shows that nearly half of SMEs in Kotagede or 57,5% have not utilized e-commerce yet to help their business development by spreading business network due to they still encounter some obstacles, among others: they are not open to new technologies, worried of intense competitions and online commerce risks. So the urgency of the roles of governments as facilitators, regulators, and educators in encouraging the use of e-commerce is very important for SMEs of silver industry in Kotagede who are not able to utilize e-commerce.

Kata Kunci : Kotagede, UMKM industri kerajinan perak, peran pemerintah.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.