HUBUNGAN INTERNAL MARKETING DENGAN KOMITMEN ORGANISASIONAL DOKTER DAN PERAWAT DI RS MARDI WALUYO LAMPUNG
Tunjung Dharmalia W, Drs.John Suprihanto, MIM.,Ph.D.
2014 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatLatar belakang: Pelayanan yang berkualitas di rumah sakit sangat erat kaitannya dengan performa sumber daya manusia (SDM). Performa karyawan akan meningkat bila karyawan memiliki komitmen yang tinggi terhadap organisasi. Salah satu konsep yang dianggap dapat meningkatkan komitmen karyawan terhadap organisasi adalah internal marketing. Internal marketing merupakan suatu metode untuk memotivasi, meningkatkan performa dan mempertahankan karyawan agar dapat memberikan pelayanan yang berkualitas dan memenuhi harapan pelanggan. RS Mardi Waluyo sebagai rumah sakit swasta terbesar di Kota Metro, Lampung, menghadapi tantangan peningkatan jumlah pasien dan meningkatnya beban kerja karyawan, khususnya dokter dan perawat. Di sisi lain, tenaga medis terbatas dan RS Mardi Waluyo menerapkan kebijakan agar tenaga medisnya tidak bekerja di tempat lain. Komitmen tinggi dari dokter dan perawat sangat dibutuhkan. Pengelolaan SDM melalui internal marketing yang baik dapat menjadi solusi dalam menciptakan karyawan yang kapabel, efisien, dan berkomitmen, sehingga mampu menghasilkan pelayanan yang berkualitas dengan sentuhan kasih, sesuai dengan misi RS Mardi Waluyo. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengukur hubungan antara internal marketing dengan komitmen organisasional dokter dan perawat di RS Mardi Waluyo dan untuk mengeksplorasi usaha-usaha internal marketing yang dilakukan oleh RS Mardi Waluyo. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik yang menggunakan mixedmethod. Subyek penelitian kuantitatif adalah 105 dokter dan perawat di RS Mardi Waluyo. Subyek penelitian kualitatif adalah Manajemen RS Mardi Waluyo dan Pengurus Yayasan Kristen untuk Kesehatan Umum (YAKKUM). Alat ukur penelitian yang digunakan adalah pedoman wawancara dan kuesioner. Untuk mengetahui hubungan antara variabel bebas dan terikat digunakan analisis regresi linear. Hasil: Secara bersama-sama sebagai suatu konsep internal marketing, visi, reward, dan development terbukti berhubungan positif (R=0,471) dan signifikan (P<0,05) dengan komitmen organisasional dokter dan perawat di RS Mardi Waluyo. Kontribusi internal marketing dalam menjelaskan variansi komitmen organisasional adalah 22,1%. Kesimpulan: Internal marketing berhubungan positif dan signifikan dengan komitmen organisasional dokter dan perawat di RS Mardi Waluyo Lampung. Oleh karena itu, penerapan internal marketing harus ditekankan untuk membantu menciptakan komitmen organisasional dan kualitas pelayanan yang lebih baik. Kata kunci: internal marketing, komitmen organisasional, kualitas pelayanan, manajemen sumber daya manusia, rumah sakit
Background: Hospital service quality is strongly associated with human resources performance. Employees performance will be improved if they have commitment to organization. A way to enhance organizational commitment is internal marketing. Internal marketing is a method to motivate, develop, and retain the employees in order to achieve quality of service and fulfill customers expectations. As the biggest private hospital in Kota Metro (Lampung), RS Mardi Waluyo is overcoming the challenge of increasing patients number followed by increasing employees work load, especially for doctors and nurses. In other hand, there are only few doctors and RS Mardi Waluyo has a regulation for their employees not to work in other places. In this situtation, organizational commitment from doctors and nurses is required. Human resources management through internal marketing can be a solution for creating capable, efficient, and committed employees, so that qualified services delivered with affection could be achieved as stated in the mission of RS Mardi Waluyo. Objective: The purpose of the study is to measure the relationship between internal marketing and organizational commitment of doctors and nurses in RS Mardi Waluyo and to explore internal marketing efforts applied by RS Mardi Waluyo. Method: This is an analytical study using mixed-method. The quantitative subjects were 105 doctors and nurses in RS Mardi Waluyo, while the qualitative subjects were the hospital managers, and representative of Yayasan Kristen untuk Kesehatan Umum (YAKKUM). The measurement instruments were interview manual and questionnaires. To describe the relation between dependent and independent variables, linear regression analysis was performed. Result: The finding reveals that vision, reward, and development, together as one concept of internal marketing are significantly (p<0,05) had positive (R=0.471) relation with organizational commitment of doctors and nurses in RS Mardi Waluyo. The contribution of internal marketing in explaining the variance of organizational commitment was 22.1%. Conclusion: Internal marketing is significantly has positive relation with organizational commitment of doctors and nurses in RS Mardi Waluyo Lampung. Therefore, the application of internal marketing should be emphazised to help creating better organizational commitment and service quality. Keywords: internal marketing, organizational commitment, service quality, human resources management, hospital
Kata Kunci : internal marketing, komitmen organisasional, kualitas pelayanan, manajemen sumber daya manusia, rumah sakit