Laporkan Masalah

Jaringan Kerjasama Pengrajin Kecil Dan Pengusaha Studi Pada Sentra Industri Rumah Tangga Rebana Di Desa Kaliwadas, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes

NOPA ITA SARI, Dr. Partini, SU

2014 | Skripsi | Sosiologi

Penelitian ini memfokuskan pada jaringan kerjsama antara pengrajin kecil dan pengusaha pada sentra industri rumah tangga rebana. Tujuan Utama dari penelitian ini yaitu untuk memahami dan mendeskripsikan kerjasama antara pengrajin kecil dan pengusaha, serta untuk memahami variasi jaringan yang ada pada kerjasama tersebut. Penelitian ini diselenggarakan di Desa Kaliwadas, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Jenis data yang dikumpulkan adalah data primer dan sekunder, data primer diperoleh melalui observasi dan wawancara mendalam. Sedangkan data sekunder diperoleh dari dokumen-dokumen Pemerintah Desa Kaliwadas, internet, dan catatan-catatan penting penelitian. Unit analisa penelitian ini adalah pengrajin kecil dan pengusaha. Analisis data dilakukan melalui tiga tahap yakni reduksi data (penyederhanaan data), penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kerjasama antara pengrajin kecil dan pengusaha terjadi karena perbedaan kepemilikan sumber daya bernilai (kekayaan, kekuasaan, informasi) serta hambatan-hambatan yang dialami oleh pengrajin kecil seperti sulitnya bahan baku kayu, cuaca buruk, serta musim jual rebana. Kerjasama antara pengrajin kecil dan pengusaha ditandai dengan adanya bentuk kerjasama dalam modal, bahan baku serta pemasaran. Pengusaha sebagai pemilik modal memasarkan rebana milik pengrajin kecil, sedangkan pengrajin kecil sebagai pemilik sumber daya berupa tenaga kerja, kerjasama dilakukan dengan cara menyuplai rebana kepada pengusaha. Terdapat variasi jaringan kerjasama antara pengusaha dengan pengrajin kecil langganan dan pengrajin kecil yang bukan langganan. Hubungan pengusaha dengan pengrajin kecil langganan merupakan sebuah hubungan patron-klien, sedangkan pengusaha dengan pengrajin kecil bukan langganan sifatnya lebih pada hubungan jual beli rebana saja (ekonomi). Dalam hubungannya dengan pengusaha pengrajin kecil langganan jauh lebih diuntungkan daripada pengrajin kecil bukan langganan. Pengrajin kecil langganan mendapat jaminan secara signifikan bisa terus memproduksi rebana serta mendapatkan perlindungan dan jaminan sosial ketika pengrajin sedang mengalami kesulitan. Sedangkan pengrajin kecil bukan langganan meskipun mampu bertahan tetapi usaha yang dijalankan tersendat-sendat karena tidak mempunyai pengusaha yang menjamin dan meyerap kerugian dari sulitnya bahan baku, cuaca buruk dan penurunan pesanan rebana.

The study focuses on networking between home based worker and entrepreneurs in the home industry center of tambourine. Main purpose of this study is to understand and describe the networking between home based worker and entrepreneurs, as well as to understand the variation of the networking. The research is conducted in Kaliwadas Village, Bumiayu Subdistrict, Brebes Regency. The research method used was a descriptive study with a qualitative approach. The type of data that is collected primary and secondary data , primary data obtained through observation and in-depth interviews. While the secondary data obtained from government documents Kaliwadas village, the Internet, and vital records research. The unit of analysis of this study is the between home based worker and entrepreneurs. Data analysis was performed through three stages of data reduction (simplification of data ), data presentation and conclusion. The results of this study indicate that networking between home based worker and entrepreneurs occurs due to differences in the ownership of valuable resources (wealth, power, information ) as well as the constraints faced by home based worker such as the difficulty of wood raw materials, inclement weather, as well as the selling season tambourine. networking between home based worker and entrepreneurs are characterized by the presence of co-operation in the form of capital, raw materials and marketing. Entrepreneur as the owner of the capital markets a tambourine -owned home based worker, while the owners of s home based worker as a labor resource, collaboration is done by supplying the tambourine to entrepreneurs. There are variations of a networking between entrepreneurs with home based worker subscription and is not subscribed. Relations entrepreneurs with home based worker subscription is a patron - client relationship, while entrepreneurs with home based is not subscribed is more on the relationship tambourine purchase only (economics). In relationship with entrepreneurs, home based worker subscriptions are much more advantaged than the small craftsmen is not subscriptions. Home based worker subscriptions significantly received assurances can continue to produce tambourine and get protection and social security when were experiencing difficulties. While home based worker not a subscription small craftsmen able to survive but the business carried faltering because employers do not have the guarantee and the difficulty of absorbing losses of raw materials, adverse weather and lowering orders tambourine.

Kata Kunci : jaringan kerjasama, pengrajin, pengusaha, patron-klien, industri rumah tangga.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.