MANAJEMEN ASET PASAR SENI GABUSAN SEBAGAI SALAH SATU ASET DAERAH KABUPATEN BANTUL
ARDIKA EXBAL WIDYANTORO, Drs. H. Suharyanto, M. Si.
2014 | Skripsi | ILMU ADMINISTRASI NEGARA (MANAJEMEN DAN KEBIJAKAN PUBLIK)Masalah utama yang dihadapi dalam pengelolaan aset adalah pelaksanaan program yang kurang matang dalam hal perencanaan dan terkadang pelaksanaannya tidak sesuai dengan peraturan yang berlaku serta cenderung merugikan program tersebut. Selain itu pengadaan yang kurang matang akan mengakibatkan beban anggaran tersendiri bagi daerah. Hal yang sama juga terjadi di Pasar Seni Gabusan. Saat melakukan proses pengadaan awal untuk Pasar Seni Gabusan, Pemerintah Kabupaten Bantul memiliki kelemahan dalam design (dalam hal ini pelaksanaan pengendalian intern). Kelemahan ini mengakibatkan pelanggaran terhadap Peraturan Perundang-undangan Pemilihan Langsung. Kesalahan Jumlah pada Kegiatan Belanja Modal pembangunan tidak sesuai kontrak sehingga merugikan daerah. Setelah diresmikan Pasar Seni Gabusan bisa dikatakan sudah tidak perlu untuk melakukan penambahan secara fisik. Pasar Seni Gabusan adalah Aset yang diperoleh dengan seluruhnya dari dana APBD, sehingga Pasar Seni Gabusan sendiri merupakan aset yang harus terinventarisasi. Dari penilaian Inventarisasi Pasar Seni Gabusan saat ini keberadaannya dapat diklasifikasikan menjadi 3 jenis yaitu terinventaris, sedang dilakukan inventarisasi, tidak terinventarisasi. Inventarisasi masih belum memberikan keyakinan fisik atas barang yang terdapat dalam dokumen invetaris serta mengetahui kondisi terkini. Selain itu ada kekurangan dalam audit yang dilakukan yaitu pencatatannya berdasarkan yang diperoleh saja dari Disperindakop sedangkan manajemen Pasar Seni Gabusan hanya sekedar mengikuti. Dalam rangka menjamin tertib penggunaan, saatini yang melakukan pencatatan secara tertibhanya dari Disperindakop, itupun penggunaaanya tercampur dengan barang milik dinas sendiri. Sedangkan bentuk kegiatan untuk perawatan di Pasar Seni Gabusan saat ini dilakukan secara sederhana dan beranggapan perawatan hanya sebuah membersihkan Pasar Seni Gabusan. Petugas di Pasar Seni Gabusan belum menyusun mekanisme perawatan yang efektif. Hal ini disebabkan karena koordinasi dan pengawasan kurang berjalan dalam manajemen aset di Pasar Seni Gabusan. Harapannya adalah banyak pegawai yang paham akan pentingnya aset. Pengawasan dan koordinasi yang lebih meningkat dalam pengelolaan Aset.
The main problems encountered in the implementation of asset management is less mature in terms of planning and implementation is sometimes not in accordance with the applicable rules and tend to harm the program. Moreover procurement will result in undercooked loads its own budget for the region same thing happened in Pasar Seni Gabusan. While doing the initial procurement process for Pasar Seni Gabusan, Bantul District Government has a weakness in the design ( in this case the implementation of internal control ). This weakness resulted in a violation of the Election Legislation Direct. Errors Total Capital Expenditure on development activities is not in the contract to the detriment of the area. Having established the Pasar Seni Gabusan could be said to have no need to do additional physically. Pasar Seni Gabusan assets acquired with funds from the budget of the whole, so that Pasar Seni Gabusan itself is an asset that should inventory. Inventory assessment of the current Pasar Seni Gabusan existence can be classified into 3 types, in inventory, being inventory, not inventory. Inventory is still not provide the physical confidence of the goods contained in the documents and know the current condition invetory. In addition there are deficiencies in the audit done of the recording obtained by any of Disperindakop while management Pasar Seni Gabusan just follow. In order to ensure the orderly use, is currently conducting an orderly recording of Disperindakop only, and even then use mixed with his own office belongings. While the forms of activities for care in today's Pasar Seni Gabusan done in a simple and assume only a cleaning treatment Pasar Seni Gabusan. Officers at Pasar Seni Gabusan not draw up an effective treatment . This is due to lack of coordination and supervision goes in the asset management Pasar Seni Gabusan. The hope is that many employees who understand the importance of assets. Supervision and coordination increases in asset management.
Kata Kunci : aset, Manajemen Aset