Laporkan Masalah

KEBIJAKAN PENGENTASAN KEMISKINAN: OBAT ATAU RACUN “ Studi Tentang Bentuk Hegemoni Negara Dalam Implementasi Program Penangulangan Kemiskinan PNPM Mandiri Pedesaan di Mangir Kidul Sendangsari Pajangan Bantul”

ROSITA MARDAYANTI, Drs. Suparjan, M.Si.

2014 | Skripsi | ILMU PEMBANGUNAN SOSIAL DAN KESEJAHTERAAN (SOSIATRI)

PNPM Mandiri bukan merupakan sebuah produk baru dalam mengatasi masalah kemiskinan di Indonesia. Sejak Orde Baru program pengentasan kemiskinan sudah lahir dengan mengangkat paradigma pembangunan kemudian setelah reformasi bergeser manjadi konsep pemberdayaan. Disinilah masyarakat mulai dilibatkan untuk berperan aktif dalam upaya pengentasan kemiskinan. Pelaksanaan program PNPM Mandiri Pedesaan di Mangir kidul sejak tahun 2006 sebagai upaya pembangunan pasca gempa Bantul 2006 dengan program pembangunan fisik dan non fisik yang dirasa mampu mengakomodir kepentingan masyarakat. Dalam implementasinya program ini membawa dampak bergesernya peran dan fungsi institusi local melalui hegemoni negara dalam implementasi program PNPM Mandiri Pedesaan bagi masyarakat Mangir yang memiliki karaktristik budaya dan nilai lokalitas yang merupakan hasil dari sejarah panjang lahirnya desa Mangir Kidul sebagai Bumi Perdikan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan diskriptif. Untuk memperoleh data yang peneliti butuhkan maka dibutuhkan informan yang ditentukan dengan cara purposive sampel san snowball sampel. Terdapat 13 informan dalam penelitian ini yang terdiri dari pemerintah local, pelaksana program PNPM Mandiri Pedesaan, dan masyarakat penerima program. Adapun hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah, terdapat bentuk hegemoni Negara dalam implementasi program PNPM Mandiri Pedesaan melalui sarana budaya dan idiologi yang diwujudkan dalam berbagai bentuk pertemuan, seperti MAD, Musyawarah Perencanaan, Musyawarah Khusus Perempuan, dan masih banyak lagi. Berbagai musyawarah inilah yang menjadi sarana memasukkan idiologi dan nilai-nilai baru, yang kemudian menyebabkan bergesernya nilai-nilai lokalitas masyarakat. Keterlibatan masyarakat juga tak lepas dari pengaruh aktor, baik para elit lokal ataupul elit pemerintah, yang membantu melancarakan program PNPM Mandiri Pedesaan melalui hegemoni. Dalam teori Hegemoni Gramsci tidak ada dominasi satu kelompok terhadap kelompok lainnya namun lebih ditentukan karena adanya relasi kesepahaman antara kelompok yang menghegemoni dan yang terhegemoni. Masyarakat yang terhegemoni tidak merasakan adanya unsur paksaan, karena dalam implementasinya dilakukan sebuah konsesnsus/kesepahaman, dan program yang dilaksanakan dirasa mampu mengakomodir kepentingan masyarakat. Masuknya nilai-nilai baru dalam implementasi program PNPM Mandiri Pedesaan ini membawa pergeseran pada peran dan fungsi institusi local yang sebelumnya menjadi cara hidup masyarakat Mangir Kidul. Pada dasarnya desain program PNPM sendiri bagus, dengan demikian agar terimplementasi dengan baik harus diimbangi dengan ketersediaan SDM yang mewadahi, sehingga tidak ada lagi elite local yang merangkap jabatan dan melakukan penyimpangan karena adanya kepentingan pribadi. Selain itu dibutuhkan pula kesadaran kritis masyarakat agar dapat mempertahankan nilai-nilai lokalitasnya dan tidak menjadikan program pemerintah sebagai candu.

-

Kata Kunci : Hegemoni Negara, Program PNPM Mandiri Pedesaan, Elite Lokal dan Institusi lokal


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.