MODEL PENYELESAIAN KONFLIK LAHAN PERKEBUNAN DESA SEJAGUNG KABUPATEN BANYUASIN PROVINSI SUMATERA SELATAN
AKBAR ABDURRAHMAN MAHFUDZ, Prof. Dr. M Baiquni M.A
2014 | Skripsi | PEMBANGUNAN WILAYAHKabupaten Banyuasin merupakan salah satu kabupaten penghasil karet dan kelapa sawit terbesar di Provinsi Sumatera Selatan. Kabupaten Banyuasin memiliki permasalahan konflik lahan perkebunan di beberapa wilayahnya seiring makin berkembangnya kegiatan di sektor perkebunan. Salah satunya terjadi di Desa Sejagung yang berada di Kecamatan Rantau Bayur. Adapun tujuan penelitian ini adalah : (1) Menjelaskan latar belakang penyebab munculnya konflik lahan perkebunan antara Balai Peneltian Sembawa dengan masyarakat Desa Sejagung (2) Menjelaskan model penyelesaian Konflik lahan perkebunan yang dilakukan oleh Balai Penelitian Sembawa dan masyarakat Desa Sejagung. Penelitian kualitatif ini mengkhususkan pada unit analisis suatu kasus lahan perkebunan di desa Sejagung dimana pengambilan datanya dimaksudkan untuk menemukenali kasus yang kaya informasi untuk dikaji dengan mendalam. Dari kasus yang kaya akan informasi dapat dipelajari isu-isu penting mengenai konflik lahan perkebunan dan identifikasi penyelesaian konflik untuk kemudian menemukan model penyelesaian konfliknya. Hasil Penelitian menunjukkan latar belakang munculnya konflik disebabkan adanya pengaruh aktivitas perkebunan bagi perubahan sosial ekonomi masyarakat di Desa Sejagung. Model penyelesaian konflik lahan perkebunan di Desa Sejagung melalui beberapa pendekatan yaitu: a) pendekatan alternatif melalui diskusi dan mediasi, b) pendekatan admnistratif melalui proses peninjauan lapangan dan pengukuran ulang oleh BPN (Badan Pertanahan Nasional), dan c) langkah terakhir melalui pendekatan hukum untuk mengakomodir jika ada pihak yang masih merasa tidak puas dengan hasil peninjauan lapangan dan pengukuran lapangan.
Banyuasin district is one of the rubber-producing districts and the largest palm oil in South Sumatra. Banyuasin district has a plantation land conflict issues in some regions over the growing activities in the plantation sector. One of them occurred in the village which is located in the District Rantau Bayur. The objectives of this study were: (1) Explaining the background to the causes of conflict between Balai Penelitian Sembawa with Rural Community Sejagung (2) Explain models conflict resolution from land plantations Balai Penelitian Sembawa and Rural Community Sejagung. This qualitative research unit specializing in the analysis of a case plantation land at the village Sejagung where data collection is intended to identify information-rich cases to be studied in depth. From the cases which are rich in information can be learned about the important issues of the conflict identification plantations and conflict resolution for completion the conflict and then find a model. Research Result shows the background of the conflict caused by the influence of plantation activities for socio-economic change in the village Sejagung. Models conflict resolution in the village plantations Sejagung through several approaches : a) Alternative approaches that discussion and mediation, b) Administrative approach through field observation and repeated measurements by BPN (National Land Agency), and c) the last step through the legal approach to accommodate if there are those who still are not satisfied with the results of the review field and field measurements
Kata Kunci : Kabupaten Banyuasin merupakan salah satu kabupaten penghasil karet dan kelapa sawit terbesar di Provinsi Sumatera Selatan. Kabupaten Banyuasin memiliki permasalahan konflik lahan perkebunan di beberapa wilayahnya seiring makin berkembangnya kegiatan di se