Yogyakarta Cycling Center Sebagai Landamark Kota Sepeda
SATRIO TEGUH NUGROHO, Labdo Pranowo, ST.
2014 | Skripsi | ARSITEKTURYogyakarta dahulu di juluki sebagai kota sepeda, sebagian besar penduduknya menggunakan sepeda sebagai sarana transportasi sehari – hari. Tetapi saat ini hanya sebagian kecil penduduk Yogyakarta yang masih menggunakan sepeda sebagai transportasi sehari – hari. Selain dengan hilangnya pengguna sepeda di Yogyakarta, di tambah lagi dengan keadaan lalu lintas kota yang semakin semerawut, tingkat kesadaran untuk berkendara aman di jalan sangat rendah. Baik itu mobil, motor dan juga sepeda. Oleh karena itu Yogyakarta Cycling Center nantinya akan berperan mengembalikan Yogyakarta menjadi kota sepeda dan menanamkan berkendara aman kepada masyarakat kota, dan dijadikan sebuah Landmark Yogyakarta kota sepeda. Dengan membandingkan Yogyakarta dengan kota sepeda terbaik di dunia, dapat terlihat kekurangan Yogyakarta jika dibanginkan dengan kota Amseterdam dan Copenhagen sebagai kota sepeda terbaik didunia. Hasil analisa dirasa cukup sulit untuk mengembalikan Yogyakarta sebagai ktoa sepeda. Pemberian fasilitas yang baik belum tentu akan membuat masyarakat kota Yogyakarta mau menggunakan sepeda dalam kegiatan sehari – hari. Hal yang paling tepat untuk mengembalikan Yogyakarta sebagai kota sepeda adalah dengan cara menanamkan kecintaan masyarakat kota Yogyakarta terhadap sepeda, fasilitas yang nantinya disediakan diharapkan akan membuat masyarakat kota Yogyakarta semakin mencintai sepeda. Konsep yang digunakan adalah dengan cara menggabungkan berbagai kegiatan yang dibedakan berdasarkan umur. Berbagai kegiatan dikumpulkan dalam satu kawasan yang dapat digunakan sebagai tempat berkumpul keluarga dan tentunya dengan memberikan fasilitas yang berhubungan dengan bersepeda, sehingga masyarakat kota Yogyakarta dapat berkumpul bersama keluarga dan berspeda bersama dan diharapakan dengan begitu akan meningkatkan kecintaan masyarakat Yogyakarta terhadap sepeda.
Yogyakarta formerly nicknamed as city bikes , most of the population uses bicycles as a means of daily transportation - today . But this time only a small part of Yogyakarta residents who still use bicycles as transportation day - day . In addition to the loss of bicycle users in Yogyakarta , in addition, with the city's traffic situation increasingly chaotic , the level of awareness for safe driving on the road is very low . Be it cars , motorcycles and bicycles . Therefore Yogyakarta Cycling Center will act to restore the city of Yogyakarta into a bike and instill safe driving to the people of the city, and used as a Landmark of Yogyakarta city bike . By comparing the city of Yogyakarta with the best bike in the world , can be seen deficiencies with the city of Yogyakarta if dibanginkan Amseterdam and Copenhagen as the best bike city in the world . The results of the analysis are considered difficult to restore Yogyakarta as ktoa bike . The provision of good facilities is not necessarily going to make people want to use the bike Yogyakarta city in day - today . It is most appropriate to restore the city of Yogyakarta as the bike is to instill a love of the people of Yogyakarta city on the bike , which will be provided facilities are expected to create a more loving community of Yogyakarta city bike . The concept used is to combine a variety of activities that are distinguished by age . Various activities are collected in one area that can be used as a gathering place for family and of course to provide facilities related to cycling , so that the people of Yogyakarta city to gather with family and cycling together and so would be expected to increase the love of the people of Yogyakarta on the bike .
Kata Kunci : Sepeda, Masyarakat, Kota, Olahraga