TRANS-PACIFIC PARTNERSHIP SEBAGAI BAGIAN DARI STRATEGIREBALANCINGAMERIKA SERIKAT DI KAWASAN ASIA PASIFIK
SHABRINA ANNISARASYIQ, Drs. Riza Noer Arfani, M.A.
2014 | Skripsi | Ilmu Hubungan InternasionalSkripsi ini membahas peran dari keikutsertaan Amerika Serikat dalam negosiasi Trans-Pacific Partnership di dalam strategi rebalancing AS yang sedang dijalankan Pemerintahan Obama di kawasan Asia-Pasifik. Strategi rebalancing ini merupakan strategi politik luar negeri yang dikeluarkan oleh Presiden Obama untuk memprioritaskan kawasan Asia-Pasifik dalam kebijakan Amerika Serikat. Strategi ini lahir dari perubahan situasi geopolitik dan geoekonomi dunia yang mebuat kawasan Asia-Pasifik menjadi lebih penting bagi kepentingan Amerika Serikat daripada sebelumnya. Dalam strategi ini, Washington membuat beberapa kebijakan dalam dimensi ekonomi, diplomatik, serta keamanan dan militer untuk meningkatkan keterlibatannya di dalam kawasan yang kini menjadi pusat perekonomian dunia ini. Perjanjian Trans-Pacific Partnership merupakan salah satu kebijakan ekonomi pemerintahan Obama yang termasuk ke dalam strategi rebalancing ini. TPP ini seringkali dinyatakan sebagai cornerstone dari usaha rebalancing ekonomi AS di kawasan Asia-Pasifik. Perjanjian yang saat ini sedang dinegosiasikan oleh dua belas negara di kawasan Asia-Pasifik ini digadanggadang mampu menjadi batu pijakan menuju terbentuknya Free Trade Area in the Asia and Pacific (FTAAP). Di dalam skripsi ini, penulis berusaha menganalisis alasan yang mendorong Amerika Serikat menganggap TPP penting untuk dimasukkan ke dalam strategi rebalancing-nya. Melalui perspektif liberalisme, terlihat bahwa TPP sebagai sebuah perjanjian perdagangan bebas tidak hanya memiliki implikasi terhadap kepentingan ekonomi Amerika Serikat. TPP ternyata juga penting bagi kepentingan diplomatik dan strategis Amerika Serikat di kawasan Asia-Pasifik. Sementara itu, lewat perspektif regionalisme dapat dijelaskan mengapa AS kini cenderung memilih pendekatan regionalisme seperti TPP di dalam strategi rebalancing-nya di kawasan Asia-Pasifik.
This paper is explaining the role of United States involvement in the Trans- Pacific Partnership negotiation in the US strategic rebalancing toward Asia- Pacific. The ‘rebalancing to Asia’ strategy is Administration Obama foreign policy strategy which prioritize Asia-Pacific region in every US foreign policy. The rebalancing itself was created due to the shift in the world’s geo-politics and geo-economics that make Asia-Pacific region becoming more important to United States than ever before. In this strategy, Washington manage to adjust its economic, diplomatic, and security policy to enhance its engagement in the most dynamic region and the main driver of world economy. The Trans-Pacific Partnership Agreement (TPP/TPPA) is one of Obama’s current trade policy and also part of the rebalancing strategy in Asia-Pacific. TPP is often stated as the cornerstone of US economic rebalancing in the region. The agreement that being negotiated by twelve countries in the Asia and Pacific is projected as the stepping stone of the establishment of Free Trade Area in the Asia and the Pacific (FTAAP). In this paper, the author tries to analyze the reason behind why United States considering that this negotiation is important for US rebalancing strategy. Through the liberal internationalism perspective, the author sees that as a free trade, TPP have some benefits beyond US economic interest in the Asia-Pacific region. Not only able to help the economic recovery process in the US, TPP also help United States to achieve its interest in diplomatic dimension and strategic dimension in the Asia-Pacific. Moreover, through the regionalism perspective, the author able to analyze why US now changing its approach toward Asia-Pacific by using regionalism such as TPP to engage with the region.
Kata Kunci : Trans-Pacific Partnership, strategi rebalancing, perdagangan bebas, regionalisme, Asia-Pasifik, Amerika Serikat