Laporkan Masalah

EFIKASI DIRI SEBAGAI MEDIATOR ANTARA KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL DAN KETERIKATAN KERJA

galan dwi kuncoro, Dr. Avin Fadilla Helmi, M.Si

2014 | Tesis | S2 Magister Profesi Psikologi

Penelitian terdahulu menunjukkan bahwa keterikatan kerja (work engagement) berhubungan erat dengan kinerja organisasi (seperti employee retention, produktivitas, profitabilitas, kesetiaan pelanggan & keselamatan kerja) dan kinerja individual (seperti kepuasan kerja, keterlibatan kerja dan masalah kesehatan individu). Di samping itu, penelitian juga menunjukkan bahwa keterikatan kerja berkaitan erat dengan extra-role performance pada perawat. Sejalan dengan kenyataan tersebut, banyak penelitian dilakukan untuk mengungkap faktor-faktor yang berkaitan dengan keterikatan kerja. Menurut Social Cognitive Theory (SCT) faktor-faktor yang berkaitan dengan keterikatan kerja adalah efikasi diri dan kepemimpinan transformasional dimana efikasi diri berpotensi menjadi mediator antara kepemimpinan transformasional dan keterikatan kerja. Mengacu pada konsep SCT, penelitian ini menguji hubungan antara kepemimpinan transformasional dan keterikatan kerja melalui perantara efikasi diri. Pada penelitian ini, 191 perawat Rumah Sakit Bethesda menjadi partisipan. Data diperoleh dari skala Work Engagement, skala kepemimpinan transformasional, dan skala efikasi diri. Analisis data dilakukan dengan model regresi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa efikasi diri tidak terbukti memediasi hubungan antara kepemimpinan transformasional dan keterikatan kerja (R=0,066 dan nilai F=0,827; p>0,05). Walaupun demikian efikasi diri bersama-sama dengan kepemimpinan tranformasional berhubungan secara positif dengan keterikatan kerja (R=0,366 dan nilai F=14,504; p≤0,05).

Earlier research has shown that work engagement associated with organizational outcomes (such as employee retention, productivity, profitablility, customer loyalty & safety) and individual outcomes (such as job satisfaction, job involvement & health problem). Moreover, research also revealed that work engagement significantly related with nurses’ extra-role performance. In line with this fact, many studies has been conducted to explore antecedents of work engagement. According to Social Cognitive Theory (SCT), antecedents of work engagement are self-efficacy and tranformational leadership wherein self-efficacy serve as mediator between transformational leadership and work engagement. Referring to SCT, this study examined the relationship between transformational leadership and work engagement through mediaton of self-efficacy. 191 Bethesda Hospital Nurses participated in this study. Data were collected from Work Engagement Scale, transformational leadership scale and self-efficacy scale. Data were tested using Regression Model. The result shows that self-efficacy doesn’t mediate the relationship between transformational leadership and work engagement (R=0,066 and F=0,827; p>0,05). However, result shows that self-efficacy and transformational leadership positively related to work engagement (R=0,366 and F=14,504; p≤0,05).

Kata Kunci : keterikatan kerja, kepemimpinan transformasional, efikasi diri


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.