Laporkan Masalah

AKADEMI NUSANTARA Pusat Pengembangan Sepak Bola Usia Dini

HANIEF PITOYO WICAKSANA, Labdo Pranowo, ST.

2013 | Skripsi | ARSITEKTUR

Sepak bola adalah olahraga nomor satu – dari segi jumlah pendukung, banyaknya siaran - di Indonesia. Meski begitu, kecintaan yang sangat besar ini malah diimbangi dengan merahnya rapor prestasi sepak bola Indonesia di mata dunia: kerusuhan antar pendukung, korupsi internal pengurus PSSI, serta peringkat FIFA di anak tangga ke 170, terendah sepanjang sejarah.. Sepak bola dipandang sebagai bisnis, kendaraan kampanye, dan segala yang bisa dipikirkan untuk mendapat keuntungan pribadi oleh sebagian pihak. Banyaknya masalah yang menerpa persepakbolaan Indonesia telah mengalihkan fokus permasalahan utama sebenarnya: tidak adanya proses pembinaan sepak bola usia dini di Indonesia. Berdirinya sebuah sekolah sepak bola pun dirasa kurang memenuhi kebutuhan pemain, kebanyakan pemain yang masuk sekolah sepak bola memiliki nilai akademis yang tidak bisa dibilang memuaskan. Padahal, karir sebagai pemain sepak bola adalah karir yang berumur pendek, adakah kehidupan untuk pemain paska sepak bola? Akademi Nusantara yang digagas oleh Timo Scheunemann, dirasa memiliki konsep pengembangan yang berbeda: pemain tidak sekedar diajarkan menendang bola, mereka diwajibkan belajar dengan baik, serta berperilaku baik. Jika memang sepak bola Indonesia harus segera diselamatkan dari keterpurukan, inilah bahteranya. Akademi Nusantara: Pusat Pengembangan Sepak Bola Usia Dini. Untuk mendukung konsep pengembangan pemainnya, pendekatan psikologi ruang dipilih, sehingga Penulis mampu memahami bagaimana atmosfer ruang dibentuk sehingga mampu mempengaruhi performa penggunanya. Konsep ini akan dibungkus dengan nama „Football in Motion‟.

-

Kata Kunci : akademi, sepak bola, usia dini, psikologi, motion


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.