Laporkan Masalah

PERMINTAAN KONSUMEN RUMAH TANGGA TERHADAP IKAN MAS DI KABUPATEN LEBONG TAHUN 2013

Arista Mustaji, Drs. M. Adnan Hadjam, M.A.

2014 | Tesis | S2 Magister Ek.Pembangunan

Ikan mas merupakan ikan air tawar yang banyak dibudidayakan masyarakat di Kabupaten Lebong. Faktor-faktor yang diperkirakan mempengaruhi permintaan ikan mas di Kabupaten Lebong adalah harga ikan mas itu sendiri, harga barang substitusinya (ikan nila, ikan tongkol, dan daging ayam) serta pendapatan keluarga. Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) menganalisis pengaruh harga ikan mas, harga ikan nila, harga ikan tongkol, harga daging ayam, dan pendapatan keluarga terhadap permintaan ikan mas di Kabupaten Lebong; (2) menganalisis elastisitas permintaan dari ikan mas di Kabupaten Lebong. Penelitian dilakukan pada bulan Agustus-September 2013 di Kabupaten Lebong. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik pengumpulan datanya menggunakan metode survei dengan kuesioner angket. Pengambilan sampel dilakukan dengan Stratified Cluster random Sampling yaitu dengan melihat sampel berdasarkan letak geografisnya (area probability sampling), di mana sampling diambil dari dua daerah berlainan (dua desa/rural dan dua kelurahan/urban). Analisis data yang digunakan yaitu dengan metode Ordinary Least Square (OLS) dengan analisis regresi berganda dengan taraf signifikansi α = 0,05 persen. Berdasarkan hasil analisis diperoleh persamaan regresi yaitu ln Ȳ = -9,025 – 1,568 ln X1 + 0,656 ln X2 – 0,633 ln X3 + 1,502 ln X4 + 0,665 ln X5 + ê. Dari hasil perhitungan diperoleh kesimpulan bahwa pertama, ada pengaruh negatif dan signifikan dari variabel harga ikan mas dan harga ikan tongkol baik secara simultan maupun parsial terhadap permintaan ikan mas, sedangkan harga ikan nila harga, daging ayam, dan pendapatan keluarga berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap permintaan ikan mas. Kedua, ikan mas mempunyai elastisitas permintaan terhadap harga dan elastisitas silang terhadap daging ayam yang bersifat elastis atau responsif, sedangkan elastisitas silang terhadap ikan nila, ikan tongkol dan elastisitas pendapatan bersifat inelastis atau tidak responsif.

Carp is a freshwater fish that is widely cultivated in the district communities Lebong. Factors expected to affect demand in the District Lebong is the carp price itself, the price of substitutes (tilapia, tuna, and chicken) and family income. The purpose of this study was: (1) analyze the effect of carp prices, the price of tilapia, tuna prices, the price of chicken meat, and family income on demand carp in Lebong District; (2) analyze the elasticity of demand of carp in Lebong District. The study was conducted in August-September 2013 in the District Lebong. This study uses a quantitative approach to data collection technique by using survey method with a questionnaire. Sampling was done by Stratified Random Cluster Sampling is to see a sample based on geographical location (Area Probability Sampling), where sampling was taken from two different areas (two villages/rural and two urban ). Analysis of the data used is the method of Ordinary Least Square (OLS) regression analysis with a significance level α of 0.05 percent. Based on the results obtained by the analysis of the regression equation is ln Ȳ = -9,025 – 1,568 ln X1 + 0,656 ln X2 – 0,633 ln X3 + 1,502 ln X4 + 0,665 ln X5 + ê. From the calculation results we concluded that first, there is a negative and significant effect of the variable price of carp and tuna prices either simultaneously or partially on demand carp, while the price of tilapia price, chicken meat, and family income has a positive and significant effect on demand for carp. Second, carp have on the price elasticity of demand and cross elasticity of the chicken that are elastic or responsive, while the cross-elasticity of the tilapia, tuna and income elasticity is inelastic or unresponsive.

Kata Kunci : permintaan, elastisitas, ikan mas


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.