Laporkan Masalah

CAKUPAN KOREKSI DATA STREAMING CORS GMU1 DENGAN MENGGUNAKAN RECEIVER GNSS LEICA VIVA GS08

IRFANI INDRA NUR R., Bilal Ma’ruf, S.T., M.T.

2014 | Skripsi | TEKNIK GEODESI

Sekarang ini teknologi GNSS berkembang dengan pesat, baik ditinjau dari metode pengamatan, efisiensi pengamatan, ketelitian koordinatnya maupun jarak jangkauannya. Berawal dari metode statik, kemudian berkembang metode pengamatan kinematik, selanjutnya berkembang metode RTK UHF dan yang terkini berkembang metode RTK NTRIP. Saat ini telah berkembang CORS (Continually Operating Reference Station) yang merupakan stasiun referensi yang beroperasi secara terus-menerus sehingga dapat digunakan sebagai acuan dalam penentuan posisi GNSS secara real-time maupunpost-processing. Salah satu layanan yang diberikan oleh CORS adalah metode pengamatan RTK NTRIP (Real Time Kinematic Networked Transported of RTCM via Internet Protocol). Koordinat definitif metode ini dapat ditentukan secara real time dengan cara mengirimkan koreksi data GNSS dalam format RTCM (Radio Technical Commission for Maritime Service) melalui internet. Salah satu stasiun CORS yang ada di Indonesia adalah CORS GMU1 yang berada di area Teknik Geodesi UGM dan telah secara aktif berfungsi sebagai stasiun referensi yang menyediakan layanan untuk berbagai aplikasi penentuan posisi serta navigasi berbasis teknologi GNSS.Yang menjadi pertanyaan sekarang adalah seberapa jauh layanan streaming data CORS GMU1 dapat diberikan kepada rover dan seberapa teliti koordinat yang dihasilkan dari pengukuran metode RTK NTRIP dengan menggunakan receiver Leica Viva GS08. Penelitian ini dilakukan dengan metode RTK NTRIP dengan menggunakan alat Leica Viva GS08 sebagai rover. Spesifikasi pengamatan dilakukan dengan mask anglesebesar 100, interval perekaman 5 detik, lama pengamatan 5 menit pada setiap jarak kurang lebih 0,25 km; 0,5 km; 1 km; 2 km; 2,5 km;5 km; 10 km;15 km; dan 20 km atau sampai pada jarak CORS GMU1 memberi koreksi streaming data dalam kondisi float pada empat arah penjuru mata angin (utara, timur, selatan, dan barat). Berdasarkan data yang telah didapatkan dilakukan perhitungan untuk mendapatkan ketelitian tiap titik pengamatan kemudian dilakukan analisis sebaran dan ketelitian posisinya serta jarak jangkauannya. Tingkat ketelitian posisi horisontal dari hasil pengamatan berkisar antara 0,5 cm sampai dengan 4,2 cm dan 0,7 cm sampai dengan 14 cm untuk posisi vertikal pada jarak 0,25 km hingga 15 km. Pada jarak 20 km koreksi NTRIP yang didapat dalam kondisi float sehingga ketelitian menjadi berkurang drastis dan mancapai kisaran 5,6 cm sampai dengan 75,2 cm untuk posisi horisontal dan 3,5 cm sampai dengan 67,9 cm untuk posisi vertikal. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada semua arah utara, timur, selatan dan barat, koreksi NTRIP dalam kondisi fix dapat dicapai pada jarak jangkauan 15 km, pada jarak jangkauan 20 km semua arah diperoleh koreksi NTRIP dalam kondisi float.

Today, GNSS technology develops rapidly, both in terms of observation method, observation efficiency, coordinate accuracy, as well as range. Starting from static method, kinematic observation method then was developed, then RTK UHF method and the latest one is RTK NTRIP. Today, CORS (Continually Operating Reference Station) has been developed, it is a reference station which operate continuously so that it able to be used as a reference in determining the position of GNSS in real-time as well as post-processing. One of the services provided by CORS is RTK NTRIP (Real Time Kinematic Networked Transport of RTCM via Internet Protocol) observation method. The definitive coordinates of this method can be determined in real time by sending GNSS data correction in RTCM (Radio Technical Commission for Maritime Service) format via internet. One of CORS stations in Indonesia is CORS GMU1 in the UGM Geodetic Engineering area and has actively works as a reference station which provides services for various positioning applications as well as GNSS technology-based navigation. The question now is how far data streaming service of CORS GMU1 can be given to rover and how accurate the coordinated produced by RTK NTRIP method measurement using Leica Viva GS08 receiver. This study used RTK NTRIP method by using Leica Viva GS08 device as rover. Observation specification was performed with mask angle of 100, recording interval of 5 seconds, observation time 5 minutes in every distance less than 0,25 km; 0,5 km; 1 km; 2 km; 2,5 km; 5 km; 10 km; 15 km; and 20 km or to the distance where CORS GMU1 didn’t give streaming data correction to four directions of the wind (north, east, south, and west). Based on collected data, calculation was performed to obtained the accuracy of every observation point, then analysis distribution and position accuracy as well as range was performed. The accuracy level of horizontal position from observation by RTK NTRIP method using Leica Viva GS08 receiver was around 0,5 cm to 4,2 cm for horizontal position and 0,7 cm to 14 cm for vertical position in 0,25 km to 15 km distance. At 20 km NTRIP correction was in float condition so the accuracy decreased drastically and reached around 5,6 cm to 75,2 cm for horizontal position and 3,5 cm to 67,9 cm for vertical position. The results of this study showed that in all north, east, south, and west directions, NTRIP correction was in fix condition which could be reached in a range of 15 km, in 20 km range all directions received NTRIP correction in float condition.

Kata Kunci : GNSS, RTK NTRIP, CORS


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.