Laporkan Masalah

PERILAKU BIDAN DALAM PELAKSANAAN INISIASI MENYUSU DINI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS II TAMBAK, PUSKESMAS BANYUMAS DAN PUSKESMAS I KEMRANJEN

Sumiyati, dr. Ova Emilia, Sp.OG(K), M.Med.Ed, Ph.D.

2014 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar Belakang: Inisiasi Menyusu Dini (IMD) penting karena dapat meningkatkan keberhasilan ASI eksklusif dan kelangsungan hidup bayi. Namun pelaksanaan IMD masih belum optimal di Kabupaten Banyumas. Salah satu faktor yang mendukung keberhasilan IMD adalah dukungan tenaga kesehatan terutama bidan. Badan Pusat Statistik Daerah Kabupaten Banyumas tahun 2012 menyatakan sebagian besar penduduk Kabupaten Banyumas sekitar 78,52% pada tahun 2011 menggunakan tenaga kesehatan bidan untuk menolong persalinan. Tujuan: Untuk mengetahui perilaku bidan dalam pelaksanaan Inisiasi Menyusu Dini di Wilayah Kerja Puskesmas II Tambak, Puskesmas Banyumas dan Puskesmas I Kemranjen. Metode Penelitian: Penelitian observasional dengan rancangan cross sectional. Penelitian ini secara kuantitatif dan kualitatif. Penelitian dilaksanakan di Wilayah Kerja Puskesmas II Tambak, Puskesmas Banyumas dan Puskesmas I Kemranjen dengan subjek penelitian 38 bidan dan wawancara mendalam dengan 6 bidan serta 4 ibu postpartum. Hasil: Hasil analisis bivariabel terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan dan sikap bidan dengan pelaksanaan praktik IMD, bidan yang berpengetahuan baik mempunyai kesempatan 1,79 kali lebih besar untuk melakukan praktik IMD dengan baik dibandingkan dengan bidan yang berpengetahuan kurang. Sikap bidan yang mendukung IMD mempunyai kesempatan 1,62 kali lebih besar untuk melakukan praktik IMD dengan baik dibandingkan dengan sikap bidan yang tidak mendukung IMD. Kesimpulan: Perilaku bidan dalam pelaksanaan praktik IMD dipengaruhi oleh pengetahuan yang baik dan sikap yang mendukung terhadap IMD. Faktor yang menghambat IMD antara lain bentuk puting yang mendatar sehingga bayi kesulitan untuk menghisap, ibu postpartum merasa capai dan lelah karena kurang istirahat serta tenaga kesehatan apabila menolong persalinan dengan kala II lama sehingga pelaksanaan IMD kurang dari satu jam.

Background: Early Initiation of Breastfeeding (EIB) is important because it can increase the success of exclusive breastfeeding and infant survival. However, the implementation of the EIB is still not optimal in Banyumas. One of the factors that support the success of EIB is the support of health workers, especially midwives. Central Bureau of Statistics of Banyumas regency in 2012 said that most of Banyumas residents about 78.52% in 2011 to use midwives for health personnel attending births. Objective: To determine the behavior of midwives in the implementation of Early Initiation of Breastfeeding at Work Area Public Health Center of II Tambak, Public Health Center of Banyumas and Public Health Center of I Kemranjen. Method: The study was observational with cross sectional design. Research was quantitatively and qualitatively. The experiment was conducted at the Work Area Health Center II Tambak, health center of Banyumas and health center I Kemranjen with 38 midwives research subjects, in-depth interviews with 6 midwives and 4 postpartum mothers. Results: The results of bivariate analysis found a significant association between knowledge and attitudes of midwives to practice implementation of EIB, knowledgeable midwife who both have 1.79 times greater chance to practice with good EIB compared with less knowledgeable midwife. Attitude midwives have the opportunity to support EIB 1.62 times more likely to perform EIB practice well compared with attitude of midwife that does not support EIB. Conclusion: The behavior of midwife in the implementation of the EIB practices is influenced by a good knowledge and attitudes that support the EIB. Factors that inhibit the EIB, among others, shape the flat nipples so the baby hard to suck, postpartum mothers feel tired and exhausted from lack of rest and health professionals when helping with prolonged second stage of labor so that the implementation of the EIB less than an hour.

Kata Kunci : pengetahun, sikap, praktik, bidan, inisiasi menyusu dini


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.