Laporkan Masalah

PENGARUH PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN (PMT) PADA IBU HAMIL TRIMESTER III TERHADAP BERAT LAHIR BAYI DI KOTA YOGYAKARTA

HANA SHAFIYYAH ZULAIDAH, Dr. rer. nat. dr. BJ Istiti Kandarina

2014 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar Belakang: Anemia menyebabkan gangguan tumbuh kembang janin yang berpengaruh pada berat lahir bayi. Cakupan ANC dan pemberian Fe yang tinggi, tidak diikuti dengan menurunnya kejadian anemia kehamilan yang berakibat secara tidak langsung terhadap risiko berat lahir bayi yang rendah. Pemberian makanan tambahan diharapkan mampu mengatasi masalah tersebut. Tujuan: Mengkaji pengaruh pemberian makanan tambahan pada ibu hamil trimester III terhadap berat lahir bayi. Metodologi Penelitian: Jenis Penelitian yaitu kuantitatif dengan rancangan quasi experiment dan desain non equivalent control group. Intervensi yang dilakukan adalah pemberian makanan olahan ikan selama 30 hari. Populasi penelitian adalah ibu hamil trimester III di seluruh puskesmas di Kota Yogyakarta dengan sampel sebanyak104 ibu hamil di beberapa puskesmas dengan teknik convenience sampling. Subjek penelitian dibagi menjadi dua yaitu kelompok perlakuan dan pembanding. Berat lahir bayi ditimbang segera setelah bayi dilahirkan. Hasil penelitian dianalisis dengan menggunakan uji t-test dan regresi logistik. Hasil Penelitian: Rata-rata berat lahir bayi pada kelompok perlakuan adalah 3248gram dan pada kelompok pembanding 2974 gram sehingga perbedaan ratarata berat lahir bayi kedua kelompok sebesar 274 gram dengan nilai 95%CI 131- 416 sehingga pemberian makanan tambahan terbukti secara signifikan berpengaruh terhadap berat lahir bayi. Variabel luar yang berpengaruh secara signifikan terhadap berat lahir bayi yaitu jarak kehamilan. Variabel luar lainnya yaitu umur, pendidikan, pekerjaan, status ekonomi, LILA, asupan protein, kunjungan ANC, kepatuhan konsumsi tablet Fe, paritas,umur kehamilan dan status anemia secara statistik tidak terbukti signifikan berpengaruh terhadap berat lahir bayi. Kesimpulan: Pemberian makanan tambahan meningkatkan berat lahir bayi.

Background: Anemia causes fetal growth disorders that affect birth weight. ANC coverage and provision of high Fe if not followed by a decrease in the incidence of anemia can result indirectly in the risk of low birth weight. Supplementary feeding is expected to resolve the issue. Objective: To assess the effect of supplementary feeding on third trimester of pregnancy on birth weight. Methods: This was a quantitative study with a study design of quasi-experiment and non-equivalent control group. The given intervention was fish-processed feeding for 30 days. The study population was pregnant women in the third trimester in all health centers in the city of Yogyakarta and the samples were 104 pregnant women in some health centers with convenience sampling technique. The subjects were divided into two, namely the treatment group and the comparison group. Birth weight was weighed immediately after the baby was born. The results of the study were analyzed using t-test and logistic regression. Results: The mean birth weight of infants in the treatment group and the comparison group was 3248 g and 2974 g, respectively, so that the difference in the mean birth weight of both groups was 274 grams with 95%CI 131-416. Thus, supplementary feeding was shown to significantly affect the birth weight. The extraneous variables that significantly influenced birth weight were pregnancy interval. Other extraneous variables which were age, MUAMC, education, occupation, economic status, parity, protein intake, compliance of Fe tablet intake, antenatal care, gestational age at delivery and anemia statue were not proven statistically significant to affect birth weight. Conclusion: Supplementary feeding effect on birth weight.

Kata Kunci : Pemberian makanan tambahan, Anemia, Ibu hamil, Berat lahir bayi


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.