PEMANFAATAN DATA PENGINDERAAN JAUH DAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS UNTUK IDENTIFIKASI POTENSI BANJIR GENANGAN (Studi kasus sebagian Kota Yogyakarta)
ROBIATUL UDKHIYAH, Drs. Sudaryatno, M.Si.
2014 | Skripsi | KARTOGRAFI DAN PENGINDRAAN JAUHPenelitian ini berfokus pada permasalahan banjir genangan di sebagian Kota Yogyakarta. Daerah potensi banjir genangan diasumsikan sebagai daerah dengan kapasitas debit saluran drainase lebih kecil dari besarnya debit hitung rancangan eksisting berdasarkan metode rasional. Perhitungan debit rancangan menggunakan metode rasional dipengaruhi oleh beberapa parameter yang sebagian datanya diperoleh dari ektraksi data penginderaan jauh, yaitu luasan daerah tangkapan air, besarnya nilai Koefisien aliran, dan nilai intensitas hujan. Penentuan luasan Daerah Tangkapan Air (DTA) berdasarkan pada data Digital Elevasi Model (DEM) hasil interpolasi data Lidar. Nilai koefisien aliran ditentukan berdasarkan pada klasifikasi jenis penggunaan lahan menurut Georgia Stormwater Management Manual, klasifikasi tersebut diperoleh dari interpretasi visual citra Quickbird dan klasifikasi lereng dari data DEM. Nilai intensitas hujan diperoleh menggunakan rumus Mononobe dari data Curah Hujan (CH) harian tahun 2002-2012 dijadikan CH maksimum berdasarkan distribusi Gumbel. Debit hasil hitungan metode rasional selanjutnya dibandingkan dengan debit kapasitas saluran, debit hitungan yang melebihi debit kapasitas saluran akan dijadikan dasar dalam penentuan daerah potensi genangan. Distribusi potensi genangan tersebut akan dikelaskan berdasarkan faktor pengaruh banjir (lereng, nilai koefisien limpasan, dan besarnya debit yang melebihi kapasitas saluran). Hasil pemetaan menunjukkan adanya kemiripan distribusi lokasi banjir genangan antara model dengan kenyataan di lapangan. Lokasi banjir genangan terdistribusi di sekitar Jalan Colombo, Jalan Terban, Jalan Kaliurang, dan Jalan Banteng Raya, Desa catur Tunggal. Kata Kunci : Banjir genangan, Penginderaan jauh, SIG
arta City. The potential of flood inundation is assumed as an area with drainage discharge capacity is smaller than the magnitude of the existing debit calculated by the method of rational design. Calculation of debit using rational method is influenced by several parameters which most data obtained from remote sensing data extraction. Its parameter are catchment area, runoff coefficient values, and value of rain intensity. Determination of Catchment area (DTA) based on Digital Elevation Model data (DEM) interpolation results of Lidar. Runoff coeffient value determined based on the type of land use classification according to the Georgia Stormwater Management Manual (2001), the classification obtained from the Quickbird imagery of visual interpretation and classification of slopes from the data DEM. Rain intensity values obtained from the data using the formula Mononobe of the rainfall data from the 2002-2012 daily made by Gumbel distribution based on maximum daily precipitation data. Debit result from rational methods compared with the discharge drainage capacity of the channel, the debit design from rational methods which exceed the capacity of drainage indicates a potential area of flood. The distribution potesial indundation will be classified according to (slope, runoff coefficient value, and value of debit axceed). The model results showed a similarity between the distribution of flood inundation location models with the reality in the field. Location of Flood inundation distributed around the Colombo Road, Terban, Kaliurang road, and Banteng raya, Catur Tunggal village. Keywords :flood inundation, remote sensing, and GIS
Kata Kunci : Banjir genangan, Penginderaan jauh, SIG