DILEMA ORIENTASI PASAR VS PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN : LOGIKA DIBALIK PERMASALAHAN KEGAGALAN KEBIJAKAN: STUDI EVALUASI IMPLEMENTASI KEBIJAKAN NORMALISASI SUNGAI GENDOL PASCA ERUPSI MERAPI TAHUN 2010
RINA ARIYANI, Nur Azizah, SIP, M.Sc.
2014 | Skripsi | ILMU PEMERINTAHAN (POLITIK DAN PEMERINTAHAN)Bencana erupsi Gunung Merapi tahun 2010 berdampak serius pada kehidupan masyarakat di sekitar lereng Merapi. Salah satu yang menjadi perhatian adalah material hasil erupsi Merapi yang lebih banyak dari erupsi sebelumnya, dimana material tersebut juga berdampak pada tidak normalnya sungai-sungai yang berhulu di Gunung Merapi. Oleh karenanya pemerintah Kabupaten Sleman kemudian mengeluarkan kebijakan mengenai normalisasi sungai yang bertujuan untuk menormalkan kembali fungsi sungai agar dapat meminimalisir ancaman bencana erupsi Merapi. Normalisasi sungai salah satunya dilakukan di Sungai Gendol yang mayoritas terletak di wilayah Kecamatan Cangkringan. Namun demikian, pelaksanaan normalisasi Sungai Gendol ini dinilai kurang efisien mengingat hingga saat ini normalisasi sungai tidak menghasilkan kondisi sungai yang normal sesuai tujuannya. Atas dasar hal tersebut maka penelitian ini bertujuan untuk melakukan evaluasi terhadap implementasi kebijakan normalisasi Sungai Gendol dengan berdasarkan pada pertanyaan penelitian mengenai mengapa kebijakan normalisasi aliran Sungai Gendol pasca erupsi Gunungapi Merapi tidak dapat berjalan sesuai dengan tujuannya. Penelitian mengenai evaluasi implementasi kebijakan normalisasi Sungai Gendol ini menggunakan landasan teori mengenai evaluasi implementasi kebijakan model Grindle. Dimana dalam melihat implementasi kebijakan didasarkan pada analisis isi kebijakan dan konteks yang mempengaruhi proses implementasi kebijakan. Selain itu, mengingat pelaksanaan normalisasi sungai pada dasarnya erat kaitannya dengan faktor pembanguna n namun disisi lain juga terkait dengan faktor keselamatan lingkungan, maka tulisan ini juga dibingkai dengan menggunakan teori pembangunan berkelanjutan. Berdasarkan latar belakang, rumusan masalah serta teori maka penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Kebijakan yang dituangkan dalam Surat Keputusan Bupati Sleman Nomor 356/Kep.KDH/A/2010 mengenai normalisasi Sungai Gendol ini menunjukkan bahwa proses implementasi kebijakan dipengaruhi oleh isi kebijakan serta konteks dimana kebijakan diimplementasikan. Secara umum, isi kebijakan berpengaruh pada kegagalan kebijakan ini dalam berjalan mencapai tujuannya. Selain itu penelitian ini juga menemukan bahwa konteks kebijakan memainkan peran penting dalam kegagalan kebijakan mengingat lingkungan kebijakan yang direpresentasikan melalui analisis konteks kebijakan pada dasarnya kurang memberikan keadaan yang kondusif bagi berjalannya kebijakan dalam mencapai tujuan. Gagalnya implementasi kebijakan tersebut semakin nyata jika kemudian dilihat dari kacamata pembangunan yang berkelanjutan. Dimana pada dasarnya pembangunan yang berkelanjutan merupakan outcome ideal bagi kebijakan ini, sehingga pembangunan berkelanjutan ini harus menjadi pedoman berjalannya kebijakan disamping prinsip kebencanaan. Oleh karenanya dibutuhkan berbagai upaya agar kebijakan ini dapat mencapai tujuannya dimana salah satunya dengan menegakkan nilai yang menjadi pedoman kebijakan serta menjadikan lingkungan kebijakan lebih kondusif bagi berlangsungnya implementasi kebijakan. Kata kunci : implementasi kebijakan, evaluasi kebijakan, isi dan konteks kebijakan, pembangunan berkelanjutan
-
Kata Kunci : implementasi kebijakan, evaluasi kebijakan, isi dan konteks kebijakan, pembangunan berkelanjutan