LEKSEM BERKONSEP ‘RUSAK’ DALAM BAHASA JAWA DIALEK SURAKARTA (ANALISIS SEMANTIK)
DEWI FATHONA RAHMAWATI, Sulistyowati S.S., M.Hum.
2014 | Skripsi | SASTRA NUSANTARAPenelitian ini berjudul “Leksem Berkonsep „Rusak‟ dalam Bahasa Jawa Dialek Surakarta (Analisis Semantik)â€. Dalam hal ini, batasan „rusak‟ adalah „tidak utuh lagi‟. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan relasi makna dan komponen makna leksem-leksem berkonsep „rusak‟ dalam bahasa Jawa dialek Surakarta. Data penelitian ini berupa leksem berkonsep „rusak‟ dalam bahasa Jawa dialek Surakarta yang diperoleh dari hasil wawancara lapangan serta pencarian di dalam kamus. Data dianalisis dengan menggunakan teori relasi makna dan komponen makna. Hasil analisis data disajikan dalam bentuk formal dan informal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada tujuh kategori atau submedan makna dari medan makna rusak yaitu kategori berlubang, lepas, robek, patah, pecah, roboh, dan hancur. Dari keseluruhan data tersebut dapat disimpulkan bahwa walaupun memiliki medan makna dan submedan makna yang sama sebuah leksem pasti mempunyai sebuah komponen makna berbeda dengan leksem yang lain. Kata kunci: leksem, rusak, medan makna, dialek Surakarta
This study is about \\"Lexeme concept 'damage' in Javanese Surakarta dialect (Semantic Analysis)\\". In this case, the boundaries of 'damage' is' not intact'. This study describes about relation of meaning and the component meaning lexemes in Javanese Surakarta dialect in 'damage' concept. The data is lexeme with „damage‟ concept in Javanese Surakarta dialect which derived from field interviews and dictionary search. Data was analyzed by using meaning relation and meaning component theory. The results are presented in formal and informal forms. The results show that there are seven categories of the meaning field which is category berlubang, lepas, robek, patah, pecah, roboh dan hancur. The conclusion is a lexeme must have a different meaning component with another lexemes. Keywords : lexeme , damage , meaning field , dialect Surakarta
Kata Kunci : leksem, rusak, medan makna, dialek Surakarta