Laporkan Masalah

ANALISIS KONSUMSI DAN KETERSEDIAAN BAWANG PUTIH DI INDONESIA

I PUTU EKA WIJAYA, Prof. Dr.Ir. Dwidjono H.D., M.S.

2014 | Tesis | S2 Ekonomi Pertanian

Bawang putih merupakan komoditas pertanian yang mempunyai tingkat konsumsi besar di Indonesia karena memiliki berbagai macam manfaat. Luas panen dan produksi selama beberapa tahun terakhir cenderung mengalami penurunan. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi konsumsi bawang putih di Indonesia dan mengetahui respon konsumsi bawang putih terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi konsumsi bawang putih di Indonesia. (2) Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi ketersediaan bawang putih di Indonesia dan mengetahui respon ketersediaan bawang putih terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi ketersediaan bawang putih di Indonesia. (3) Mengetahui prediksi jumlah konsumsi dan produksi bawang putih di Indonesia 20 tahun mendatang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Daerah penelitian adalah Negara Indonesia dalam skala nasional. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder, yaitu data yang dikumpulkan oleh FAO pada tahun 2013 dan beberapa instansi-instansi dalam negeri yang terkait seperti Badan Pusat Statistik dan Kementrian Pertanian. Data yang digunakan adalah data dalam urutan waktu atau time series dari tahun 1980 hingga 2010. Hasil analisis menunjukan Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap konsumsi bawang putih adalah harga bawang putih impor, jumlah penduduk dan nilai tukar rupiah dan dari segi konsumsi bawang putih merupakan barang kebutuhan pokok, Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap ketersediaan bawang putih adalah harga bawang putih impor, luas lahan, ketersediaan sebelumnya, kebijakan penerapan tariff impor dan nilai tukar rupiah, semua faktor tersebut meningkatkan ketersediaan bawang putih di Indonesia dan dari sisi ketersediaan bawang putih merupakan barang kebutuhan pokok, dan proyeksi perkembangan produksi bawang putih di Indonesia semakin menurun dari tahun ke tahun dan proyeksi perkembangan konsumsi bawang putih di Indonesia semakin meningkat dari tahun ke tahun.

Garlic is an agricultural commodity that is largely consumed in Indonesia due to its wide range of benefits.Unfortunately, its harvested area and production over the last few years tends to decrease. The purpose of this study is to: (1) know the factors that influence the consumption of garlic in Indonesia and the response of garlic consumption on the factors; (2) know the factors that affect the availability of garlic in Indonesia and study the response of the availability of garlic on the factors; (3) estimating the amount of garlic consumption and production in Indonesia for the next 20 years. Descriptive method of research was conducted in this research. Data used in this study are secondary data, collected from FAO in 2013 and several domestic agencies such as the Bureau of Statistics and the Ministry of Agriculture. The data used were the data in a time sequence or time series from 1980 to 2010. The results of the analysis showed that factors affecting the consumption of garlic include: the prices of imported garlic, number of inhabitants, exchange rate, and in terms of consumption of garlic as a staple good. Moreover, factors that affect the availability of garlic include : prices of imported garlic, land area, the import tariff policy implementation and the exchange rate, all these factors increase the availability of garlic in Indonesia and in terms of the availability of garlic as a staple good.In addition, the projected growth of garlic production in Indonesia has declined whereas the consumption growth of garlic has increased from year to year.

Kata Kunci : Bawang Putih, Analisis konsumsi, Ketersediaan Bawang Putih


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.