Laporkan Masalah

ANALISIS PELAKSANAAN REVITALISASI PERTANIAN MELALUI PROGRAM SL-PTT DI DESA KEDUNGGALAR KECAMATAN KEDUNGGALAR KABUPATEN NGAWI PROVINSI JAWA TIMUR

wahyu kasih kuntarti, Dr. Soetatwo Hadiwigeno, M.A.

2014 | Tesis | S2 Magister Ek.Pembangunan

Revitalizing agriculture is an effort to reinventing the importance of the agricultural sector proportionally and contextually, in the sense of reinvigorating vitality, empowering ability and improving the performance of agriculture in development without ignoring other sectors. One of the programs of Agriculture Ministry in accordance with the purpose of agricultural revitalization is Integrated Crop Management Field School (ICM–FS) which has been implemented since 2007. ICM–FS is a non-formal education for farmers by using extension method to improve farmer’s ability which leads to efficiency, high productivity and sustainability in farming. Data of rice production and productivity in Ngawi shows a decrease in productivity starting in 2010-2011. In 2012, the productivity has increased but it is lower than in 2009. Based on those problems, this study aims to analyze the role of ICM – FS in improving the farmer’s ability, increasing rice productivity and the effect of agricultural extension services in improving productivity of rice. The role of ICM–FS in increasing the farmer’s ability are determined by descriptive analysis. Wilcoxon test, Mann-Whitney test and the difference-indifferences methods are used to analyze the increasing of rice productivity. The effect of extension services in increasing productivity of rice was analyzed by using Spearman Rank correlation. The result show that the farmer’s ability improves as indicated by the improvement in knowledge, attitude and action by farmers. The increasing of rice productivity, analyze by using Wilcoxon and Mann-Whitney test show significant results. It means that the ICM–FS program could increase rice productivity. The difference-in-differences method show that ICM–FS could improve rice productivity 0.8718 tons/ha. Spearman Rank correlation analysis shows that extension service has a high and significant correlation in increasing rice productivity shown by the correlation coefficient of 0.868. This value recommended that extension is necessary in rice farming, particularly in terms of increasing rice productivity. It is recommended that agricultural extension should be enhanced.

Revitalisasi pertanian merupakan upaya untuk menempatkan kembali arti penting sektor pertanian secara proporsional dan kontekstual, dalam arti menyegarkan kembali vitalitas, memberdayakan kemampuan dan meningkatkan kinerja pertanian dalam pembangunan dengan tanpa mengabaikan sektor lainnya. Salah satu program Kementerian Pertanian yang sesuai dengan tujuan revitalisasi pertanian adalah program SLPTT (Sekolah Lapangan Pengelolaan Tanaman Terpadu) yang dilaksanakan sejak tahun 2007. SLPTT merupakan tempat pendidikan non formal bagi petani yang menggunakan metode penyuluhan, untuk meningkatkan kemampuan petani sehingga usahataninya menjadi efisien, berproduktivitas tinggi dan berkelanjutan. Data produksi dan produktivitas padi di Kabupaten Ngawi menunjukkan penurunan produktivitas mulai tahun 2010–2011. Tahun 2012 produktivitas mengalami peningkatan namun lebih rendah jika dibandingkan tahun 2009. Berdasarkan permasalahan tersebut penelitian ini dilakukan dengan tujuan menganalisis peran SLPTT dalam peningkatan kemampuan petani, peningkatan produktivitas padi dan pengaruh penyuluhan pertanian dalam peningkatan produktivitas padi. Analisis yang digunakan untuk mengetahui peran SLPTT dalam peningkatan kemampuan petani adalah analisis deskriptif, untuk menganalisis peningkatan produktivitas padi digunakan uji Wilcoxon, uji Mann-Whitney dan metoda difference–in–differences. Pengaruh penyuluhan dengan peningkatan produktivitas padi dianalisis dengan menggunakan analisis korelasi Spearman Rank. Hasil analisis menunjukkan terjadinya peningkatan kemampuan petani yang ditunjukkan dengan adanya peningkatan pengetahuan, sikap dan adanya perubahan tindakan oleh petani. Peningkatan produktivitas padi, melalui uji Wilcoxon dan Mann-Whitney diperoleh hasil yang signifikan yang berarti program SLPTT dapat meningkatkan produktivitas padi. Melalui metoda difference-in-differences diperoleh estimasi dampak peningkatan produktivitas padi sebesar 0,8718 ton/ha. Analisis korelasi Spearman Rank menunjukkan penyuluhan mempunyai korelasi yang tinggi dan signifikan terhadap peningkatan ditunjukkan oleh nilai koefisien korelasi sebesar 0,868. Nilai ini memberikan informasi bahwa penyuluhan merupakan hal yang penting dalam peningkatan produktivitas padi sehingga kegiatan penyuluhan harus terus dilakukan secara intensif.

Kata Kunci : agricultural revitalization, ICM – FS, increasing farmer’s capacity, productivity, extension


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.