Laporkan Masalah

POTENSI PENINGKATAN PRODUKTIFITAS PADI DAN PENGARUHNYA TERHADAP PENURUNAN KEMISKINAN DI KABUPATEN GARUT, 2008-2012

RATU AYU DINAR W.P., Dr. Soetatwo Hadiwigeno, M.A.

2014 | Tesis | S2 Magister Ek.Pembangunan

Peranan sektor pertanian terhadap PDRB Kabupaten Garut masih merupakan penyumbang terbesar terhadap PDRB Kabupaten Garut dengan sub sektor tanaman bahan makanan padi sebagai penyumbang terbesarnya. Selain itu, serapan tenaga kerja di sub sektor ini pun merupakan yang terbesar. Namun di sisi lain kemiskinan di Kabupaten Garut lebih tinggi jika dibandingkan dengan tingkat kemiskinan Provinsi Jawa Barat dan Indonesia yang didominasi oleh kemiskinan perdesaan dengan mayoritas penduduknya bermata pencaharian sebagai petani. Berdasarkan permasalahan tersebut penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peningkatan produktifitas padi dalam menurunkan kemiskinan di Kabupaten Garut. Alat analisis yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah regresi data panel dan analisis senjang hasil. Data yang digunakan adalah data panel kemiskinan, laju pertumbuhan ekonomi, tingkat pendidikan, tingkat pengangguran, produktifitas padi di Kabupaten Garut selama 2008-2012, produktifitas padi Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat dan Indonesia, serta panca usaha tani padi Kabupaten Garut dan Tasikmalaya. Hasil regresi data panel menunjukkan produktifitas padi memiliki pengaruh negatif dan signifikan terhadap tingkat kemiskinan. Berdasarkan analisis senjang hasil diketahui bahwa produktifitas Kabupaten Garut masih dapat ditingkatkan. Penyebab perbedaan produktifitas padi Kabupaten Garut dan Tasikmalaya selama tahun 2008-2012 adalah populasi benih padi yang ditanam, penggunaan dosis pupuk anorganik yang berlebihan, rendahnya penggunaan pupuk organik, dan penanganan pasca panen yang kurang baik.

Agriculture sector is still the largest contributor to Garut’s GDP with rice sub-sector as its biggest contributor. In addition, the labor absorption in this subsector is also the largest. Nevertheless, the poverty rate of Garut is higher than the poverty rate of West Java province as well as Indonesia. This poverty is dominated by rural poverty with most population are farmers. Based on these problems, this study aims at analyzing the rice productivity increase in reducing poverty in Garut. The analytical tool used in this study is a panel data regression and yield gap analysis. The data used is panel data of poverty, economic growth, education level, unemployment rate, rice productivity of Garut during 2008-2012, rice productivity of Tasikmalaya, West Java Province, and Indonesia, as well as the rice five farming of Garut and Tasikmalaya. Panel data regression results indicate that productivity of rice has a negative and significant impact on poverty. Based on the yield gap analysis, Garut productivity can still be improved. The cause of rice productivity differences between Garut and Tasikmalaya during 2008-2012 was the seed planted population, the use of excessive doses of inorganic f

Kata Kunci : Kemiskinan, Produktifitas Padi, Regresi Panel, Analisis Senjang Hasil, Kabupaten Garut


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.