Laporkan Masalah

ANALISIS KELAYAKAN PENGEMBANGAN WISATA BUDAYA DI DUSUN TUTUP NGISOR DALAM PERSPEKTIF PARIWISATA BERKELANJUTAN

AFIFATUL KARIMAH, Prof. Dr. Marsono, S. U.

2014 | Skripsi | PARIWISATA

Wisata budaya merupakan salah satu trend yang saat ini berkembang di antara jenis wisata lainnya. Motivasi wisatawan untuk mengetahui budaya, adat istadat, tradisi dan kesenian daerah lain merupakan peluang bagi berkembangnya daya tarik wisata alternatif yang menawarkan aktivitas yang kental nuansa sosial budaya. Salah satu daya tarik wisata yang dapat dikembangkan adalah budaya daerah yang dapat dikemas dalam sebuah desa wisata. Potensi yang dimiliki Dusun Tutup Ngisor tidak kalah jika dibandingkan dengan desa wisata yang sudah ada di Kabupaten Magelang. Apalagi letaknya cukup strategis karena berada di antara objek wisata Candi Borodudur dan Ketep Pass. Hingga saat ini banyak wisatawan yang berdatangan ke Dusun Tutup Ngisor terutama saat pentas diselenggarakan. Konsep yang digunakan dalam penelitian ini adalah konsep kelayakan yang terdiri dari aspek fisik, aspek pasar dan pemasaran, aspek organisasi dan manajemen, aspek ekonomi dan aspek eksternal (Pusat Studi Pariwisata UGM, 2012). Untuk mewujudkan pariwisata yang berkelanjutan, konsep kelayakan tersebut harus sesuai dengan tiga parameter pariwisata berkelanjutan yang terdiri dari dimensi ekonomi, sosial, dan lingkungan fisik (Swarbrooke, 1999). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dusun Tutup Ngisor layak untuk dikembangkan sebagai desa wisata budaya yang berkelanjutan. Dilihat dari aspek lingkungan, Dusun Tutup Ngisor mampu menjaga kondisi lingkungan dan dapat mengantisipasi hal-hal negatif yang diakibatkan dari kegiatan wisata. Dari aspek sosial budaya, Dusun Tutup Ngisor dinilai mampu mempertahankan keaslian seni budaya khususnya dengan adanya Padepokan Seni Tjipta Boedaja. Sedangkan aspek ekonomi merupakan dampak dari kegiatan wisata yang mampu membuka lapangan kerja bagi masyarakat sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat. Rekomendasi pengembangan Dusun Tutup Ngisor sebagai desa wisata budaya adalah menambah variasi produk wisata yang dapat dinikmati oleh pengunjung di luar jam pentas, mematangkan kesiapan warga untuk mewujudkan Dusun Tutup Ngisor sebagai desa wisata budaya serta diperlukan adanya informasi dan edukasi kepada masyarakat untuk meminimalisir dampak negatif yang ditimbulkan dari kegiatan wisata.

Cultural tourism is one of the trends which is developing among others tourism. Tourists’ motivations to know about culture, custom, tradition and others local art are chances to the development of the attractiveness of alternative tourism which offers activities that are familiar with socio-cultural sense. One of the attractiveness of tourism which can be developed is local culture that can be arranged in a tourism village. The potency belonged to Tutup Ngisor village is the same compared to others tourism village that have existed in Magelang Regency. The location is strategic since it is between Borobudur Temple and Ketep Pass. Many tourists visit to Tutup Ngisor village when a performance is hold. The concept applied in this research is appropriateness concept which consists of physical aspect, trade and marketing aspect, organizational and managable aspect, economical aspect and external aspect ( Tourism Center Learning UGM, 2012). To actualize sustainable tourism, the appropriateness concept must be appropriate to sustainable tourism parameter consisting of economical, social, and physical environment (Swarbrooke, 1999). This research results that Tutup Ngisor village is appropriate to be developed as an sustainable cultural tourism. Based on the environmental aspect, Tutup Ngisor village is able to take care of its environment and anticipate negative effects caused by tourism activities. Based on socio-cultural, Tutup Ngisor village is valued to be able to preserve the originality of the cultural-art especially there is Padepokan Tjipta Boedaya Art. Based on economical aspect, the tourism activities can create field works for the society, so that it can increase the prosperity of the society. The recommendations of the development of Tutup Ngisor village as cultural agro-tourism is creating various of tourism products which can be enjoyed by the visitors out of the performance time, increasing the society’s preparation to actualize Tutup Ngisor village as cultural argo-tourism, and informating and educating the society to anticipate bad effects appeared by tourism activities.

Kata Kunci : Dusun Tutup Ngisor, analisis kelayakan, pariwisata berkelanjutan


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.